Minggu, 13 Mei 2012
Soal UH Hidrokarbon dan Minyak Bumi
Hidrokarbon berbeda dengan senyawa karbon yang lain. Anda jelaskan letak perbedaan ini dan sebutkan kegunaan senyawa Hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari ! .....................
Pada waktu yang lalu terjadi unjuk rasa dimana-mana, ketika pemerintah berencana menaikan harga bahan bakar minyak. rencana kenaikan bahan bakar minyak ini dikarenakan harga minyak mentah dunia naik terus. Tolong anda jelaskan mengapa harga minyak dunia terus naik ! ................................
Kamis, 23 Juni 2011
Hari ini dan 40 tahun yang lalu
Dalam kabut senja, surya mentari memudar dalam awan, memancarkan spectrum jinga yang menajubkan. Aku termenung dalam keheningan diri. Lama terpakur dalam kesadaran dan kepasrahan. Oh Tuhan…. Sudah 40 tahun aku berada di dunia ini. Segala hasrat telah ku kejar, segala niat telah kujalani. Sering aku gagal, tetapi kelembutan dan keindahan KASIHMU selalu membangkitkan aku. Banyak hal yang terjadi dalam hidupku yang diluar kendaliku. Kadang aku bertanya, tetapi keterbatasan akalku menutupi maksudMU. Sering aku berteriak “ Tuhan aku tak mampu lagi !!! “ tetapi KAU kirimkan orang tuk kuatkan aku.
Hari ini walau tak sepotong kue didepanku, tak ada nyanyian ulang tahun untukku. Tetapi mengenang kebaikanMU telah membuat aku semakin kuat menapak jalan ini. Dan ku tahu akan ada tetesan air mata bahagia di ujung jalan ini. Tuhan kuatkan aku menapak jalan ini hari demi hari. Karena aku tahu bahwa tak akan ada bahagia tanpa air mata. Ijinkan aku menghargai setiap waktu yang kau berikan untuk ku.
Hari ini walau tak sepotong kue didepanku, tak ada nyanyian ulang tahun untukku. Tetapi mengenang kebaikanMU telah membuat aku semakin kuat menapak jalan ini. Dan ku tahu akan ada tetesan air mata bahagia di ujung jalan ini. Tuhan kuatkan aku menapak jalan ini hari demi hari. Karena aku tahu bahwa tak akan ada bahagia tanpa air mata. Ijinkan aku menghargai setiap waktu yang kau berikan untuk ku.
Senin, 28 Maret 2011
Burung Gagak Ingin Menjadi Merpati
Dikisahkan seekor burung gagak yang bermimpi untuk menjadi seekor burung merpati. Dia ingin memwujudkan mimpi itu. Mulailah dia belajar untuk menjadi merpati. Dia meninggalkan kebiasaannya sebagai burung gagak. Dia tidak lagi makan bangkai, melainkan makan biji-bijian. Dia tidak lagi berjalan dengan meloncat-loncat, melainkan mulain berjalan dengan melangkah satu-satu. Dia bisa !
Setelah merasa yakin bahwa dia telah berubah menjadi merpati, mulailah dia mendekati kawanan burung merpati. Dengan tatapan penuh curiga para merpati menyambut si burung gagak. Bagi mereka burung gagak ini berprilaku sangat aneh. Dia makan biji-bijian, berjalan seperti mereka dengan langkah anggun meliak-liuk. Tetapi yang membuat aneh adalah, fisik burung gagak itu. Dia tetap berwarna hitam. Paruhnya tetap runcing dan suaranya tetap seperti gagak.
“ jenis apakah kamu ? “ Tanya salah seorang merpati. “ Aku merpati seperti kamu” jawab gagak. “ ah tidak makananmu sama dengan kami, cara berjalanmu sama dengan kami. Tetapi paruh dan warna bulumu seperti gagak. Jadi mustahil kamu sama seperti kami “ jawab merpati itu. Si gagak sedih mendengar penjelasan merpati itu. Dia terbang dengan kesedihannya meninggalkan kawanan merpati untuk kembali ke kawanannya.
Seringkali dalam hidup ini kita berusaha untuk menjadi orang lain. Dengan segala upaya kita merubah diri kita supaya menyerupai orang lain. Dengan segala usaha kita merubah diri kita demi sebuah citra diri yang kita inginkan. Alangkah melelahkan usaha ini. Seperti gagak. Kita akan mengalami kejenuhan dan kegagalan bila kita selalu berusaha untuk menjadi orang lain. Kita akan gagal bila melakukan itu. Untuk berhasil dalam hidup, kita tidak harus merubah diri kita menjadi orang lain. Berhasil dengan menjadi diri sendiri tentulah tidak melelahkan.
Bila kita telah berhasil, sebaiknya kita tidak membatasi orang lain untuk tumbuh dan berhasil bersama kita. Seperti merpati yang memandang aneh gagak yang berusaha untuk berubah menjadi seperti dia. Keberhasilan orang lain akan menunjang keberhasilan kita.
Setelah merasa yakin bahwa dia telah berubah menjadi merpati, mulailah dia mendekati kawanan burung merpati. Dengan tatapan penuh curiga para merpati menyambut si burung gagak. Bagi mereka burung gagak ini berprilaku sangat aneh. Dia makan biji-bijian, berjalan seperti mereka dengan langkah anggun meliak-liuk. Tetapi yang membuat aneh adalah, fisik burung gagak itu. Dia tetap berwarna hitam. Paruhnya tetap runcing dan suaranya tetap seperti gagak.
“ jenis apakah kamu ? “ Tanya salah seorang merpati. “ Aku merpati seperti kamu” jawab gagak. “ ah tidak makananmu sama dengan kami, cara berjalanmu sama dengan kami. Tetapi paruh dan warna bulumu seperti gagak. Jadi mustahil kamu sama seperti kami “ jawab merpati itu. Si gagak sedih mendengar penjelasan merpati itu. Dia terbang dengan kesedihannya meninggalkan kawanan merpati untuk kembali ke kawanannya.
Seringkali dalam hidup ini kita berusaha untuk menjadi orang lain. Dengan segala upaya kita merubah diri kita supaya menyerupai orang lain. Dengan segala usaha kita merubah diri kita demi sebuah citra diri yang kita inginkan. Alangkah melelahkan usaha ini. Seperti gagak. Kita akan mengalami kejenuhan dan kegagalan bila kita selalu berusaha untuk menjadi orang lain. Kita akan gagal bila melakukan itu. Untuk berhasil dalam hidup, kita tidak harus merubah diri kita menjadi orang lain. Berhasil dengan menjadi diri sendiri tentulah tidak melelahkan.
Bila kita telah berhasil, sebaiknya kita tidak membatasi orang lain untuk tumbuh dan berhasil bersama kita. Seperti merpati yang memandang aneh gagak yang berusaha untuk berubah menjadi seperti dia. Keberhasilan orang lain akan menunjang keberhasilan kita.
Rabu, 23 Maret 2011
Petani dan Burung Pipit
Pagi yang cerah, matahari pagi mulai bersinar, saatnya mandi dan mengawali hari dengan semangat. ketika mau mandi saya Kaget dengan suara orang yang mengusir burung pipit yang sedang makan padi yang mulai berbuah.
Terkesan dengan kejadian ini, saya coba untuk memperhatikannya. Si burung terkejut dan terbang ketika mendengarkan suara orang yang mengusirnya. Tetapi burung bukan pergi ke lain tempat melainkan berpindah ke tangkai yang lain. Sekali lagi si petani mengusirnya dengan suara teriakan dan lemparan beberapa batu/tanah. Kembali kawanan burung terbang dan hinggap ke tangakai yang lain. Kejadian ini berulang terus.
saya kagum dengan kegigihan si petani. Dia tetap melakukan tugasnya dengan semangat, tidak putus asa walaupun apa yang dia lakukan seakan tidak ada hasilnya, tetapi tetap tekun melakukannya.
Kejadian ini membangunkan kembali semangat saya untuk berbuat baik. hati saya berkata " demikianlah seharusnya !". Walaupun kebaikan yang kita lakukan seakan tidak merubah apa-apa. Atau bahkan mendapatkan tantangan, melukai hati, menguras energi kita, tetapi kita harus tetap tekun melakukannya.
"Benih kebaikan yang kita tebar, mungkin sebagian akan hilang tersapu angin atau dimakan burung, tetapi bila kita tetap tekun menabur, pasti benih kebaikan itu ada yang tumbuh, mengeluarkan buah dan menumbuhkan kebaikkan-kebaikan yang lain. " Tetap yakinan diri bahwa apa yang kita lakukan akan membawa kebaikan bagi kita, mungkin tidak hari ini tetapi pasti suatu saat kita akan menuai kebaikan".
Terkesan dengan kejadian ini, saya coba untuk memperhatikannya. Si burung terkejut dan terbang ketika mendengarkan suara orang yang mengusirnya. Tetapi burung bukan pergi ke lain tempat melainkan berpindah ke tangkai yang lain. Sekali lagi si petani mengusirnya dengan suara teriakan dan lemparan beberapa batu/tanah. Kembali kawanan burung terbang dan hinggap ke tangakai yang lain. Kejadian ini berulang terus.
saya kagum dengan kegigihan si petani. Dia tetap melakukan tugasnya dengan semangat, tidak putus asa walaupun apa yang dia lakukan seakan tidak ada hasilnya, tetapi tetap tekun melakukannya.
Kejadian ini membangunkan kembali semangat saya untuk berbuat baik. hati saya berkata " demikianlah seharusnya !". Walaupun kebaikan yang kita lakukan seakan tidak merubah apa-apa. Atau bahkan mendapatkan tantangan, melukai hati, menguras energi kita, tetapi kita harus tetap tekun melakukannya.
"Benih kebaikan yang kita tebar, mungkin sebagian akan hilang tersapu angin atau dimakan burung, tetapi bila kita tetap tekun menabur, pasti benih kebaikan itu ada yang tumbuh, mengeluarkan buah dan menumbuhkan kebaikkan-kebaikan yang lain. " Tetap yakinan diri bahwa apa yang kita lakukan akan membawa kebaikan bagi kita, mungkin tidak hari ini tetapi pasti suatu saat kita akan menuai kebaikan".
Jenis Manusia
Manusia, penuh kekurangan, kekhilafan dan ketidaktahuan. karena itu manusia harus selalu menambah pengetahuan, memperkaya diri dengan syukur dan kebijaksanaan hati. tidak boleh hanya puas dengan keadaan diri.
ada tiga jenis manusia
1. Manusia Tahu Diri
manusia jenis ini selalu mencari makna disetiap kejadian dalam hidupnya, tidak puas dengan pengetahuan yang dimilikinya. instropeksi diri, memahami kelemahan dan keunggulan pribadinya, siap meminta maaf jika melakukan kesalahan.
2. Manusia Yang Sok Tahu
Manusia ini tahu tentang banyak hal, tetapi tidak tahu tentang dirinya. Merasa selalu benar dan paling pintar. tetapi manusia ini tetap mau belajar
3. Manusia Tak Tahu Malu
Manusia ini golongan manusia yang telah dibutakan matanya oleh kepentingan dan nafsunya. Mungkin dia pintar, banyak tahu. atau mungkin juga bodoh tapi berlagak pintar. Manusia jenis ini tak pernah mau belajar dari apa yang terjadi dalam hidupnya, mereka tahu yang benar, tetapi tidak mau melakukannya. sering mereka berkamuflase dengan kealiman, kesalehan untuk menutupi kelakuannya yang tak tahu malu. Manusia jenis ini tak pernah mau meminta maaf atas kesalahan yang dia perbuat atau mengakui kesalahannya. Manusia ini berkeliaran disekeliling kita dengan nafsunya yang merusak. Korupsi, berbohong, memutar balik fakta itulah sifat utamanya.
berbahagialah bila kita tergolong manusia yang tahu diri, sebab kita akan selalu mendapatkan kebahagiaan.
berbahagialah bila kita termasuk orang yang sok tahu, karena kita berpotensi menjadi orang yang tahu diri.
celakalah bila kita telah berubah menjadi manusia yang tidak tahu malu, sebab tak akan ada jalan untuk kembali memurnikan diri.
ada tiga jenis manusia
1. Manusia Tahu Diri
manusia jenis ini selalu mencari makna disetiap kejadian dalam hidupnya, tidak puas dengan pengetahuan yang dimilikinya. instropeksi diri, memahami kelemahan dan keunggulan pribadinya, siap meminta maaf jika melakukan kesalahan.
2. Manusia Yang Sok Tahu
Manusia ini tahu tentang banyak hal, tetapi tidak tahu tentang dirinya. Merasa selalu benar dan paling pintar. tetapi manusia ini tetap mau belajar
3. Manusia Tak Tahu Malu
Manusia ini golongan manusia yang telah dibutakan matanya oleh kepentingan dan nafsunya. Mungkin dia pintar, banyak tahu. atau mungkin juga bodoh tapi berlagak pintar. Manusia jenis ini tak pernah mau belajar dari apa yang terjadi dalam hidupnya, mereka tahu yang benar, tetapi tidak mau melakukannya. sering mereka berkamuflase dengan kealiman, kesalehan untuk menutupi kelakuannya yang tak tahu malu. Manusia jenis ini tak pernah mau meminta maaf atas kesalahan yang dia perbuat atau mengakui kesalahannya. Manusia ini berkeliaran disekeliling kita dengan nafsunya yang merusak. Korupsi, berbohong, memutar balik fakta itulah sifat utamanya.
berbahagialah bila kita tergolong manusia yang tahu diri, sebab kita akan selalu mendapatkan kebahagiaan.
berbahagialah bila kita termasuk orang yang sok tahu, karena kita berpotensi menjadi orang yang tahu diri.
celakalah bila kita telah berubah menjadi manusia yang tidak tahu malu, sebab tak akan ada jalan untuk kembali memurnikan diri.
Rabu, 17 Maret 2010
Soal Kimia XII
KELIMPAAAHAN DAN SIFAT SIFAT UNSUR
Pilih salah satu jawaban yang paling benar.
1. Unsur yang paling mudah bereaksi dengan flour ialah…
A.helium B. krypton C. argon D. ksenon E. radon
2. Molekul yod, I2 , bereaksi dengan ion tiosulfat, S2O42- (keduanya dalam larutan)
membentuk ion yodida, I- , dan ion tetrationat, S4O62-. Jumlah mol tiosulfat yang
bereaksi dengan 1 mol yod adalah….
A.½ B. 1 C.2 D. 3 E. 4
3. Urutan mana yang menunjukkan kekuatan pereduksi yang semakin bertambah?
A. Cl- - Br- - I- D. I - Br - Cl
B. Cl- - I- - Br- E. I - Br - Cl
C. Cl - Br - I
4. Untuk mengetahui jenis logam yang terkandung dalam suatu cuplikan garam dilaku-
kan reaksi nyala . Jika reaksi nyala memberikan memberikan nyala hijau, garam ter
sebut mungkin senyawa…
A. Mg B. Ca C. Sr D. Ba E. Ra
5. Kalium dapat bereaksi dengan air membentuk :
A. kalium hidroksida dan gas oksigen D. kalium hidrida dan gas oksigen
B. kalium hidroksida dan gas hydrogen E. kalium oksida dan gas hydrogen
C. kalium oksida dan gas oksigen
6. Logam logam alkali dapat…
A. direduksi oleh hydrogen D. dioksidasi oleh air
B. membentuk kation yang reaktif E. bereaksi dengan basa
C. disimpan dalam air
7. Merupakan basa terkuat adalah….
A. RbOH B. KOH C. NaOH D. CsOH E. LiOH
8. Unsur manakah dibawah ini memerlukan energi paling kecil untuk melepaskan satu
electron dari atom gasnya?
A.argon B. aluminium C. klor D. natrium E.magnesium
9. . Di dalam period eke-3 sistim periodic, dari Na ke Ar,atom unsure pertama mempu-
nyai electron terluar…..
A. electron 1s D electron 3s
B. electron 2s E. electron 2p
C. electron 3p
10. Unsur manakah dibawah ini memerlukan energi paling kecil untuk melepaskan satu electron
dari atom gasnya?
A.argon B. aluminium C. klor D. natrium E.magnesium
11..Oksida mana dibawah ini yang bersifat paling asam ?
A.P4O10 B. Cl2O7 C. SiO2 D. MgO E. Al2O3
12..Berikut ini, data sifat unsure dari Na ke Cl
1. sifat logam bertambah 4. sifat asam bertambah
2. sifat non logam bertambah 5. jarijari atomnya berkurang
3. energi ionisasi berkurang 6. keelektronegatifan berkurang
Perubahan sifat unsure dari Na ke Cl yang benar adalah…..
A. 1 dan 5 D. 4 dan 6
B. 2 dan 5 E. 1 dan 6
C. 3 dan 6
12. Kelompok hidroksida yang semuanya bersifat asam adalah……
A. NaOH, Al(OH)3, Si(OH)3 D. Si(OH)4, Cl(OH)7, S(OH)4
B. Si(OH)4, NaOH, CL(OH)7 E. Al(OH)4, Mg(OH)2, S(OH)6
C. Mg(OH)2, Si(OH)4, P(OH)5
13. Unsur yang paling tidak reaktif terhadap air
A. Ba B. Be C. Ca D. Sr E. Mg
14. Manakah yang salah mengenai unsure unsure halogen?
A. Dalam keadan bebas molekul molekulnya terdiri dari molekul dwi atom.
B. Halogen merupakan unsure unsure yang elektronegatif.
C. Dialam selalu terdapat dalam bentuk senyawa dengan tingkat oksidasi -1
D. Dapat membentuk senyawa antar halogen
E. Mempunyai electron valansi 7
15. Fransium, nomor 87 adalah salah satu logam alkali. Pernyataan yang tidak benar
ialah…..
A. Fransium berwujud cair pada suhu kamar.
B. Keelektronegatifan fransium lebih rendah dari pada logam alkali yang
lain
C. Fransium membentuk ion dengan muatan +1
D. Fransium membentuk kation yang jari jarinya lebih besar dari pada kation logam
alkali yang lain
E. Fransdium dapat menghantarkan listrik
Jawablah dengan singkat,jelas dan berurutan soal soal dibawah ini!
1. a. Mengapa golongan VIIA disebut golongan gas mulia?
Dimana saja kita dapat menemukan unsure unsure gas mulia?
b. Jelaskan keteraturan dari sifat sifat atomic gas mulia
2. a. Jelaskan apa yang dimaksud dengan reaksi pendesakan antar halogen.
b. Dari 3 reaksi pendesakan tersebut, reaksi mana saja yang dapat berlangsung dan
tulislah persamaan reaksinya.
F2 + SrCl2 ---------->
Cl2 + KI ------------->
B2 + CaF2 ----------->
3. a., Berapa bilangan oksidasi Cl dalam setiap senyawa berikut ini
HCl, NaOCl, Cl2 , dan ClF3
b. Jelaskan mengapa Cl dapat memiliki beberapa bilangan oksidasi? Diketahui kon-
figurasi Cl adalah : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5.
4. Tulislah hasil reaksi berikut ini
a. Li(s) + O2(g) c. Na(s) + H2(g)
b. K(s) + H2O(l) d. Rb(s) + Cl2(g)
5. Pembakaran magnesium diudara menghasilkan serbuk warna putih. Sebanyak 1 g
serbuk tersebut dimasukkan dalam air. Gas ammonia yang terbentuk ternyata dapat
menetralkan 12 ml larutan HCl 0,6 M.
a. Tulis reaksi antara magnesium dengan udara.
b. Tulis pula reaksi hasil pembakaran magnesium dengan air
c. Tentukan kadar Mg3N¬2 dalam hasil pembakaran magnesium dalam udara
(Ar N = 14, Mg = 24 )
Pilih salah satu jawaban yang paling benar.
1. Unsur yang paling mudah bereaksi dengan flour ialah…
A.helium B. krypton C. argon D. ksenon E. radon
2. Molekul yod, I2 , bereaksi dengan ion tiosulfat, S2O42- (keduanya dalam larutan)
membentuk ion yodida, I- , dan ion tetrationat, S4O62-. Jumlah mol tiosulfat yang
bereaksi dengan 1 mol yod adalah….
A.½ B. 1 C.2 D. 3 E. 4
3. Urutan mana yang menunjukkan kekuatan pereduksi yang semakin bertambah?
A. Cl- - Br- - I- D. I - Br - Cl
B. Cl- - I- - Br- E. I - Br - Cl
C. Cl - Br - I
4. Untuk mengetahui jenis logam yang terkandung dalam suatu cuplikan garam dilaku-
kan reaksi nyala . Jika reaksi nyala memberikan memberikan nyala hijau, garam ter
sebut mungkin senyawa…
A. Mg B. Ca C. Sr D. Ba E. Ra
5. Kalium dapat bereaksi dengan air membentuk :
A. kalium hidroksida dan gas oksigen D. kalium hidrida dan gas oksigen
B. kalium hidroksida dan gas hydrogen E. kalium oksida dan gas hydrogen
C. kalium oksida dan gas oksigen
6. Logam logam alkali dapat…
A. direduksi oleh hydrogen D. dioksidasi oleh air
B. membentuk kation yang reaktif E. bereaksi dengan basa
C. disimpan dalam air
7. Merupakan basa terkuat adalah….
A. RbOH B. KOH C. NaOH D. CsOH E. LiOH
8. Unsur manakah dibawah ini memerlukan energi paling kecil untuk melepaskan satu
electron dari atom gasnya?
A.argon B. aluminium C. klor D. natrium E.magnesium
9. . Di dalam period eke-3 sistim periodic, dari Na ke Ar,atom unsure pertama mempu-
nyai electron terluar…..
A. electron 1s D electron 3s
B. electron 2s E. electron 2p
C. electron 3p
10. Unsur manakah dibawah ini memerlukan energi paling kecil untuk melepaskan satu electron
dari atom gasnya?
A.argon B. aluminium C. klor D. natrium E.magnesium
11..Oksida mana dibawah ini yang bersifat paling asam ?
A.P4O10 B. Cl2O7 C. SiO2 D. MgO E. Al2O3
12..Berikut ini, data sifat unsure dari Na ke Cl
1. sifat logam bertambah 4. sifat asam bertambah
2. sifat non logam bertambah 5. jarijari atomnya berkurang
3. energi ionisasi berkurang 6. keelektronegatifan berkurang
Perubahan sifat unsure dari Na ke Cl yang benar adalah…..
A. 1 dan 5 D. 4 dan 6
B. 2 dan 5 E. 1 dan 6
C. 3 dan 6
12. Kelompok hidroksida yang semuanya bersifat asam adalah……
A. NaOH, Al(OH)3, Si(OH)3 D. Si(OH)4, Cl(OH)7, S(OH)4
B. Si(OH)4, NaOH, CL(OH)7 E. Al(OH)4, Mg(OH)2, S(OH)6
C. Mg(OH)2, Si(OH)4, P(OH)5
13. Unsur yang paling tidak reaktif terhadap air
A. Ba B. Be C. Ca D. Sr E. Mg
14. Manakah yang salah mengenai unsure unsure halogen?
A. Dalam keadan bebas molekul molekulnya terdiri dari molekul dwi atom.
B. Halogen merupakan unsure unsure yang elektronegatif.
C. Dialam selalu terdapat dalam bentuk senyawa dengan tingkat oksidasi -1
D. Dapat membentuk senyawa antar halogen
E. Mempunyai electron valansi 7
15. Fransium, nomor 87 adalah salah satu logam alkali. Pernyataan yang tidak benar
ialah…..
A. Fransium berwujud cair pada suhu kamar.
B. Keelektronegatifan fransium lebih rendah dari pada logam alkali yang
lain
C. Fransium membentuk ion dengan muatan +1
D. Fransium membentuk kation yang jari jarinya lebih besar dari pada kation logam
alkali yang lain
E. Fransdium dapat menghantarkan listrik
Jawablah dengan singkat,jelas dan berurutan soal soal dibawah ini!
1. a. Mengapa golongan VIIA disebut golongan gas mulia?
Dimana saja kita dapat menemukan unsure unsure gas mulia?
b. Jelaskan keteraturan dari sifat sifat atomic gas mulia
2. a. Jelaskan apa yang dimaksud dengan reaksi pendesakan antar halogen.
b. Dari 3 reaksi pendesakan tersebut, reaksi mana saja yang dapat berlangsung dan
tulislah persamaan reaksinya.
F2 + SrCl2 ---------->
Cl2 + KI ------------->
B2 + CaF2 ----------->
3. a., Berapa bilangan oksidasi Cl dalam setiap senyawa berikut ini
HCl, NaOCl, Cl2 , dan ClF3
b. Jelaskan mengapa Cl dapat memiliki beberapa bilangan oksidasi? Diketahui kon-
figurasi Cl adalah : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5.
4. Tulislah hasil reaksi berikut ini
a. Li(s) + O2(g) c. Na(s) + H2(g)
b. K(s) + H2O(l) d. Rb(s) + Cl2(g)
5. Pembakaran magnesium diudara menghasilkan serbuk warna putih. Sebanyak 1 g
serbuk tersebut dimasukkan dalam air. Gas ammonia yang terbentuk ternyata dapat
menetralkan 12 ml larutan HCl 0,6 M.
a. Tulis reaksi antara magnesium dengan udara.
b. Tulis pula reaksi hasil pembakaran magnesium dengan air
c. Tentukan kadar Mg3N¬2 dalam hasil pembakaran magnesium dalam udara
(Ar N = 14, Mg = 24 )
ENERGETIKA
1. Sistim dan Lingkungan
Energetika mempelajari energi pada perubahan kimia. Reaksi atau proses yang sedang dipelajari disebut sistim. Bagian lain dari dari alam dengan siapa sistim menga dakan pertukaran energinya disebut lingkungan.
2. Kalor reaksi dan Entalpi (H)
Kalor adalah bentuk energi yang mengalir dari sistim ke lingkungan atau sebaliknya karena perbedaan suhu, yaitu dari suhu tinggi ke suhu rendah. Bila antara sistim dan kingkungan tidak ada perbedaan suhu, maka tidak ada peredaran kalor.Apa bila reaksi menyebeabkan suhu sistim naik maka kalor akan mengalir dari sistim ke lingkungan sedemikian banyak sehingga suhu sistim dan lingkungan menjadi sama.
Sebaliknya, jika reaksi menyebabkan suhu sistim turun, maka kalor akan mengalir dari linkungan ke sistim.
Reaksi yang membebaskan kalor disebut reaksi eksoterem sedangakan reak si yang menyerap kalor disebut reaksi endoterm. Jumlah kalor yang harus dikeluar kan dari atau yang harus ditambahkan pada sistim sehingga suhunya tetap disebut ka lor reaksi. Jumlah kalor dinyatakan dengan lambang ” q ”. Kalor reaksi(q) dinya ta -kan dengan tanda negatif (-) untuk reaksi eksoterm dan positif untuk reaksi endoterem.
Kalor reaksi bergantung pada jumlah zat yang bereaksi. Pembakaran 1 mol CH4 yang berlangsung pada tekanan tetap akan membebaskan 890 kJ, maka bila 2 mol CH4 dibakar pada tekanan tetap akan membebaskan 1780 kJ( = 2 x 890 kJ). Kalor reaksi juga bergantung pada cara berlangsungnya reaksi. Pembakaran 1 mol CH4 yng berlangsung pada volume tetap hanya membebaskan 882 kJ.
Kalor reaksi yang berlangsung pada tekanan tetap dihubungkan dengan salah
Satu sifat reaktan dan produk, yaitu entalpi( Head Content). Setiap zat mempunyai en talpi tertentu seperti halnya setiap zat mempunyai massa dan volume tertentu. Ental pi suatu zat bergantung pada besaran besaran yang menyatakan keadaan zat itu
Seperti temperatur dan tekanan. Oleh karena itu entalpi disebut fungsi keadaan.Peru
Bahan entalpi pada suatu reaksi tergantung pada entalpi produk(Hp) dan entalpi reaksi(Hr)
H = H(produk) - H(pereaksi)
Kalor reaksi yang berlangsung pada tekanan tetap sama dengan perubahan entalpi reaksi
q p = H qp = kalor reaksi pada tekanan tetap.
Karena umumnya reaksi berlangsung pada tekanan tetap maka kalor reaksi selalu dinyatakan dengan perubahan entalpinya. Pada proses endoterem, entalpi sistim bertambah, H bertanda positif sedangkan pada proses eksoterem entalpi sistim berkurang,H bertanda negatif.
3. Kerja (W)
Energi yang menyertai suatu proses fisika atau proses kimia tidak selalu beru
pa kalor, tetapi dapat juga berupa kerja ( W ).Kerja atau usaha luar adalah hasil kali
gaya(F) dengan jarak (s). Kerja dapat berupa kerja mekanik, kerja listrik, kerja
magnit dan lain lain. Pada bagian ini hanya akan dibahas salah satu kerja mekanik
yaitu kerja ekspansi yakni kerja yang diakibatkan oleh perubahan volume.
Perubahan volume dapat dapat disebabkan dapat disebabkan perubahan suhu, perubah
an tekanan atau perubahan fisiks/kimia. Oleh karena itu kerja ekspansi dapat dibagi 3
yaitu :
1. Ekspansi termal, ekspansi karena perubahan suhu pada tekanan tetap tanpa
diserta
I perubahan fisika/kimia.
2. Ekspansi isotermal , ekspansi karena perubahan tekanan pada suhu tetap tanpa di
Sertai perubahan fisika/kimia
3. Ekspansi pada proses fisika/kimia pada suhu dan tekanan tetap.
Disini dibahas kerja ekspansi pada proses proses fisika/kimia
Kerja pada Proses Fisika/Kimia pada Suhu dan Tekanan Tetap.
Banyak proses fisika/kimia yang hanya melibatkan zat padat dan zat cair tanpa
gas. Misalnya : proses mencair ,membeku, reaksi reaksi dalam larutan dan lain lain
Dalam hal seperti itu, perubahan volume relatif kecil, sehingga sistim dianggap tidak
melakukan kerja ( W = P. = 0 ) . Akan tetapi pada proses proses yang melibatkan
gas seperti menguap, mengembun, reaksi reaksi gas, dan lain lain dapat terjadi peru
bahan volume yang cukup besar. Oleh karena itu hanya dipandang perlu untuk
memperhitungkan kerja pada proses proses yang meibatkan gas.
4. Energi dalam dan Hukum Termodinamika I
Sistim dapat menyimpan energi. Es yang meleleh menyerap energi dan tersimpan dalam
air. Energi yang tersimpan dalam suatu sistim disebut Energi dalam ( E )sistim.
Sistim menyimpan energi menurut berbagai cara. Sistim gas menyimpan energi sebagian
sebagai energi kinetik, zat padat menyimpan energi sebagian sebagai energi getar
partikel partikelnya,dan sebagainya. Energi dalam sistim akan berubah apabila sis
tim menyerap atau membebaskan energi. Energi dalam sistim juga akan berubah apa
bila sistim melakukan atau menerima kerja. Bila sistim melakukan kerja maka energi
dalam sistim akan berkurang, sebaliknya bila sistim menerima kerja energi
dalam sistim akan bertambah.
Bila sistim menerima kalor sebanyak q dan melakukan kerja sebesar W maka perubahan energi dalam sistim adalah
E = q – W
Hal ini sesuai dengan Hukum Termodinamika I yang menyatakan bahwa energi tidak Dapat musnahkan atau diciptakan. Energi dalam tergolong fungsi keadaan. Perubahan energi dalam trgantung pada keadaan awal dan keadaan akhir sistim dan tidak bergantung pada lintasan.
E = E akhie – Eawal
. Beberapa Jenis Proses
a. Proses isochorik adalah proses yang berlangsung pada volume tetap.
Karena tidak ada perubahan
volume,
b. Proses isobarik adalah proses yang berlangsung pada tekanan tetap. Dalam hal ini
volume sistim dapat berubah. Jadi sistim melakukan kerja.
c. Proses adiabatis adalah proses yang tidak disertai pertukaran energi antara
sistim dan lingkungan.
6. Entropi adalah fungsi termodinamika yang menyatakan derajad ketidakteraturan sua
tu zat. Apabila susunan partikel makin tidak teratur makin besar entropinya, sebaliknya
bila makin teratur makin kecil entropi. Perubahan wujud, mencair dan menguap diser
tai pertambahan entropi.
Pertanyaan :
Nyatakan perubahan entropi sistim, bertambah atau berkurang,pada proses proses berikut.
a. Mencairnya es :
b. Menguapnya air
c. Melarutnya garam dapaur
d. Pembentukan gas amonia dari gas nitrogen dan hidrogen
e. Pencampuran larutan AgNO3 dengan larutan NaCl
f. Pemanasan batu kapur membentuk CaO dan CO2
Entropi tergolong fungsi keadaan yang berarti bahwa entropi suatu sistim tergantung pada keadaannya.
7. Arah Proses
Proses spontan dan tidak spontan
Dari pengalaman sehari hari kita bahwa air selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah; panas mengalir dari dari suhu tinggi ke suhu yang lebih rendah. Proses proses tersebut berlangsung dengsan sendirinya tanpa bantuan dengan sistim lain dan seterusnya kita sebut proses spontan. Kebalikan dari proses spontan adalah tidak spontan.
Proses proses yang disebutkan diatas adalah proses eksoterem yakni proses yang menuju ke tingkat energi yang lebih rendah. Proses endotrem juga banyak yang berlangsung spontan, contohnya mencairnya es pada suhu diatas 0 0C atau melarut nya garam dalam air. Proses endoterem yang berlangsung spontan selalu disetai pertambahan entropi.
Sebagian dari proses spontan itu tegantung pada suhu. Misalnya proses meleburnya yang hanya berlangsung spontan diatas 0 o pada tekanan 1 atm. Ada juga proses lain tidak eksoterm dan tidak endoterm ,yaitu proses adiabatis yang dapat spontan. Apa syaratnya sehingga suatu proses berlangsung spontan, dapatlah dicatat dua hal yang
menjadi pendorong proses itu ,yakni :
1. Adanya kecenderungan mencapai energi potensial yang lebih rendah
Batu dipuncak gunung memiliki energi potensial tertentu sebanding dengan ketinggian ( E p = mgh ). Apabila batu berguling turun maka energi potensialnya akan turun hingga mencapai dilembah dengan energi potensial terendah. Hampir semua proses eksoterem dapat berlangsung spontan
2. Adanya kecenderungan mencapai keadaan yang lebih tidak beraturan
Pada proses endoterm justru produk berada pada pada tingkat yang lebih tinggi daripada reaktan. Tenaga pendorong dalam hal ini ialah adanya kecenderungan mencapai keadaan yang lebih tidak beraturan. Dalam es, molekul molekul tersusun teratur menurut bentuk geometrik tertentu dan bila es mencair maka susunan itu hancur dan molekul molekul bergerak bebas dan tidak teratur lagi. Apabila diperhatikan lebih seksama, nyatalah bahwa setiap proses spontan menyebabkan entropi bertambah. Hal ini dinyatakan dengan Hukum Termodinamika II : ” Pada proses spontan entropi total cenderung bertambah
Apabila suatu proses spontan disertai dengan berkurangnya entropi sistim, pastilah proses itu menyebabkan pertambahan entropi lingkungan yang lebih besar, sehingga entropi total bertanda positif.
Akan tetapi tidaklah mudah mengukur perubahan entropi lingkungan. Oleh karena itu, hukum termodinamika II dalam bentuk seperti diatas belum dapat digunakan untuk menentukan suatu proses berlangsung spontan .
Energetika mempelajari energi pada perubahan kimia. Reaksi atau proses yang sedang dipelajari disebut sistim. Bagian lain dari dari alam dengan siapa sistim menga dakan pertukaran energinya disebut lingkungan.
2. Kalor reaksi dan Entalpi (H)
Kalor adalah bentuk energi yang mengalir dari sistim ke lingkungan atau sebaliknya karena perbedaan suhu, yaitu dari suhu tinggi ke suhu rendah. Bila antara sistim dan kingkungan tidak ada perbedaan suhu, maka tidak ada peredaran kalor.Apa bila reaksi menyebeabkan suhu sistim naik maka kalor akan mengalir dari sistim ke lingkungan sedemikian banyak sehingga suhu sistim dan lingkungan menjadi sama.
Sebaliknya, jika reaksi menyebabkan suhu sistim turun, maka kalor akan mengalir dari linkungan ke sistim.
Reaksi yang membebaskan kalor disebut reaksi eksoterem sedangakan reak si yang menyerap kalor disebut reaksi endoterm. Jumlah kalor yang harus dikeluar kan dari atau yang harus ditambahkan pada sistim sehingga suhunya tetap disebut ka lor reaksi. Jumlah kalor dinyatakan dengan lambang ” q ”. Kalor reaksi(q) dinya ta -kan dengan tanda negatif (-) untuk reaksi eksoterm dan positif untuk reaksi endoterem.
Kalor reaksi bergantung pada jumlah zat yang bereaksi. Pembakaran 1 mol CH4 yang berlangsung pada tekanan tetap akan membebaskan 890 kJ, maka bila 2 mol CH4 dibakar pada tekanan tetap akan membebaskan 1780 kJ( = 2 x 890 kJ). Kalor reaksi juga bergantung pada cara berlangsungnya reaksi. Pembakaran 1 mol CH4 yng berlangsung pada volume tetap hanya membebaskan 882 kJ.
Kalor reaksi yang berlangsung pada tekanan tetap dihubungkan dengan salah
Satu sifat reaktan dan produk, yaitu entalpi( Head Content). Setiap zat mempunyai en talpi tertentu seperti halnya setiap zat mempunyai massa dan volume tertentu. Ental pi suatu zat bergantung pada besaran besaran yang menyatakan keadaan zat itu
Seperti temperatur dan tekanan. Oleh karena itu entalpi disebut fungsi keadaan.Peru
Bahan entalpi pada suatu reaksi tergantung pada entalpi produk(Hp) dan entalpi reaksi(Hr)
H = H(produk) - H(pereaksi)
Kalor reaksi yang berlangsung pada tekanan tetap sama dengan perubahan entalpi reaksi
q p = H qp = kalor reaksi pada tekanan tetap.
Karena umumnya reaksi berlangsung pada tekanan tetap maka kalor reaksi selalu dinyatakan dengan perubahan entalpinya. Pada proses endoterem, entalpi sistim bertambah, H bertanda positif sedangkan pada proses eksoterem entalpi sistim berkurang,H bertanda negatif.
3. Kerja (W)
Energi yang menyertai suatu proses fisika atau proses kimia tidak selalu beru
pa kalor, tetapi dapat juga berupa kerja ( W ).Kerja atau usaha luar adalah hasil kali
gaya(F) dengan jarak (s). Kerja dapat berupa kerja mekanik, kerja listrik, kerja
magnit dan lain lain. Pada bagian ini hanya akan dibahas salah satu kerja mekanik
yaitu kerja ekspansi yakni kerja yang diakibatkan oleh perubahan volume.
Perubahan volume dapat dapat disebabkan dapat disebabkan perubahan suhu, perubah
an tekanan atau perubahan fisiks/kimia. Oleh karena itu kerja ekspansi dapat dibagi 3
yaitu :
1. Ekspansi termal, ekspansi karena perubahan suhu pada tekanan tetap tanpa
diserta
I perubahan fisika/kimia.
2. Ekspansi isotermal , ekspansi karena perubahan tekanan pada suhu tetap tanpa di
Sertai perubahan fisika/kimia
3. Ekspansi pada proses fisika/kimia pada suhu dan tekanan tetap.
Disini dibahas kerja ekspansi pada proses proses fisika/kimia
Kerja pada Proses Fisika/Kimia pada Suhu dan Tekanan Tetap.
Banyak proses fisika/kimia yang hanya melibatkan zat padat dan zat cair tanpa
gas. Misalnya : proses mencair ,membeku, reaksi reaksi dalam larutan dan lain lain
Dalam hal seperti itu, perubahan volume relatif kecil, sehingga sistim dianggap tidak
melakukan kerja ( W = P. = 0 ) . Akan tetapi pada proses proses yang melibatkan
gas seperti menguap, mengembun, reaksi reaksi gas, dan lain lain dapat terjadi peru
bahan volume yang cukup besar. Oleh karena itu hanya dipandang perlu untuk
memperhitungkan kerja pada proses proses yang meibatkan gas.
4. Energi dalam dan Hukum Termodinamika I
Sistim dapat menyimpan energi. Es yang meleleh menyerap energi dan tersimpan dalam
air. Energi yang tersimpan dalam suatu sistim disebut Energi dalam ( E )sistim.
Sistim menyimpan energi menurut berbagai cara. Sistim gas menyimpan energi sebagian
sebagai energi kinetik, zat padat menyimpan energi sebagian sebagai energi getar
partikel partikelnya,dan sebagainya. Energi dalam sistim akan berubah apabila sis
tim menyerap atau membebaskan energi. Energi dalam sistim juga akan berubah apa
bila sistim melakukan atau menerima kerja. Bila sistim melakukan kerja maka energi
dalam sistim akan berkurang, sebaliknya bila sistim menerima kerja energi
dalam sistim akan bertambah.
Bila sistim menerima kalor sebanyak q dan melakukan kerja sebesar W maka perubahan energi dalam sistim adalah
E = q – W
Hal ini sesuai dengan Hukum Termodinamika I yang menyatakan bahwa energi tidak Dapat musnahkan atau diciptakan. Energi dalam tergolong fungsi keadaan. Perubahan energi dalam trgantung pada keadaan awal dan keadaan akhir sistim dan tidak bergantung pada lintasan.
E = E akhie – Eawal
. Beberapa Jenis Proses
a. Proses isochorik adalah proses yang berlangsung pada volume tetap.
Karena tidak ada perubahan
volume,
b. Proses isobarik adalah proses yang berlangsung pada tekanan tetap. Dalam hal ini
volume sistim dapat berubah. Jadi sistim melakukan kerja.
c. Proses adiabatis adalah proses yang tidak disertai pertukaran energi antara
sistim dan lingkungan.
6. Entropi adalah fungsi termodinamika yang menyatakan derajad ketidakteraturan sua
tu zat. Apabila susunan partikel makin tidak teratur makin besar entropinya, sebaliknya
bila makin teratur makin kecil entropi. Perubahan wujud, mencair dan menguap diser
tai pertambahan entropi.
Pertanyaan :
Nyatakan perubahan entropi sistim, bertambah atau berkurang,pada proses proses berikut.
a. Mencairnya es :
b. Menguapnya air
c. Melarutnya garam dapaur
d. Pembentukan gas amonia dari gas nitrogen dan hidrogen
e. Pencampuran larutan AgNO3 dengan larutan NaCl
f. Pemanasan batu kapur membentuk CaO dan CO2
Entropi tergolong fungsi keadaan yang berarti bahwa entropi suatu sistim tergantung pada keadaannya.
7. Arah Proses
Proses spontan dan tidak spontan
Dari pengalaman sehari hari kita bahwa air selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah; panas mengalir dari dari suhu tinggi ke suhu yang lebih rendah. Proses proses tersebut berlangsung dengsan sendirinya tanpa bantuan dengan sistim lain dan seterusnya kita sebut proses spontan. Kebalikan dari proses spontan adalah tidak spontan.
Proses proses yang disebutkan diatas adalah proses eksoterem yakni proses yang menuju ke tingkat energi yang lebih rendah. Proses endotrem juga banyak yang berlangsung spontan, contohnya mencairnya es pada suhu diatas 0 0C atau melarut nya garam dalam air. Proses endoterem yang berlangsung spontan selalu disetai pertambahan entropi.
Sebagian dari proses spontan itu tegantung pada suhu. Misalnya proses meleburnya yang hanya berlangsung spontan diatas 0 o pada tekanan 1 atm. Ada juga proses lain tidak eksoterm dan tidak endoterm ,yaitu proses adiabatis yang dapat spontan. Apa syaratnya sehingga suatu proses berlangsung spontan, dapatlah dicatat dua hal yang
menjadi pendorong proses itu ,yakni :
1. Adanya kecenderungan mencapai energi potensial yang lebih rendah
Batu dipuncak gunung memiliki energi potensial tertentu sebanding dengan ketinggian ( E p = mgh ). Apabila batu berguling turun maka energi potensialnya akan turun hingga mencapai dilembah dengan energi potensial terendah. Hampir semua proses eksoterem dapat berlangsung spontan
2. Adanya kecenderungan mencapai keadaan yang lebih tidak beraturan
Pada proses endoterm justru produk berada pada pada tingkat yang lebih tinggi daripada reaktan. Tenaga pendorong dalam hal ini ialah adanya kecenderungan mencapai keadaan yang lebih tidak beraturan. Dalam es, molekul molekul tersusun teratur menurut bentuk geometrik tertentu dan bila es mencair maka susunan itu hancur dan molekul molekul bergerak bebas dan tidak teratur lagi. Apabila diperhatikan lebih seksama, nyatalah bahwa setiap proses spontan menyebabkan entropi bertambah. Hal ini dinyatakan dengan Hukum Termodinamika II : ” Pada proses spontan entropi total cenderung bertambah
Apabila suatu proses spontan disertai dengan berkurangnya entropi sistim, pastilah proses itu menyebabkan pertambahan entropi lingkungan yang lebih besar, sehingga entropi total bertanda positif.
Akan tetapi tidaklah mudah mengukur perubahan entropi lingkungan. Oleh karena itu, hukum termodinamika II dalam bentuk seperti diatas belum dapat digunakan untuk menentukan suatu proses berlangsung spontan .
Langganan:
Postingan (Atom)
