Guru SMAN Kedungadem, Bojonegoro
Jawa pos Kamis, 12 Februari 2009
Bukan tugas ringan memilih mulok (pelajaran muatan lokal) yang tepat. Mulok yang merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Di sekolah dengan lingkungan agraris, potensi yang menonjol adalah pertanian. Karena itu, ilmu pertanian bisa diangkat menjadi mulok. Untuk SMA, siswa IPS dapat mempelajari manejemennya, dari permodalan, penjualan, hingga pascapanen. Siswa IPA dapat memadukan sisi biologi, kimia, fisika. Siswa sering membedakan IPA berdasar suka dan tidak suka. Saat mempelajari ilmu pertanian, siswa dihadapkan pada situasi yang menuntut mereka, mau tidak mau, memadukan pengetahuan IPA mereka. Siswa tidak lagi melihat IPA secara sepotong-potong, tapi terkait. Siswa akan melihat bahwa IPA adalah satu-kesatuan sehingga tidak ada lagi bagian IPA yang tidak disukai siswa. Ambil contoh saat siswa mempelajari teknik menyambung untuk memperpanjang umur dan meningkatkan hasil tanaman terong. Siswa, antara lain, harus menemukan jenis tanaman apa yang cocok sebagai batang bawah. Dia juga harus memilih media tanam yang cocok, porositas tanah, drainase, dan teknik penyambungan yang baik. Semua saling terkait. Di sinilah kemampuan IPA siswa dipadukan Sebelum sesi praktik, siswa memilih tanaman yang baik sebagai batang bawah, yakni tanaman yang satu genus dengan terong. Pengetahuan itu mereka pelajari dalam klasifikasi tumbuhan (biologi). Siswa juga harus mempelajari media yang cocok. Artinya, siswa harus tahu tentang pH, zat hara, yang dipelajari dalam kimia. Mereka juga harus memperhatikan porositas tanah, kelembapan, teknik penyiraman, yang membutuhkan pengetahuan Fisika. Supaya sambungan antara batang bawah dan atas tidak mudah patah, siswa dihadapkan pada masalah sudut sambung yang harus sesuai dengan gaya berat. Ini memerlukan pengetahuan fisika. Untuk mengetahui bagian mana yang paling efektif untuk disambung (pucuk cabang atau kulit batang), siswa harus menguasai materi titik tumbuh tanaman dalam Biologi. Siswa juga harus tahu hormon pertumbuhan, pupuk, dan jumlah takaran zat hara yang tepat untuk pertumbuhan. Bagian terakhir ini memerlukan ilmu kimia, terutama materi perhitungan kimia. Pada sesi praktik, siswa terpacu melakukan percobaan. Mau tidak mau, mereka harus membandingkan beberapa kemungkinan dari variabel yang ada. Mana yang lebih baik, terong jenis A yang disambung dengan terong jenis B ataukah jenis C, dan seterusnya. Demikian juga pemilihan pupuk dan media. Tanpa disadari, proses tersebut akan membentuk pola pikir ilmiah. Bukankah pola pikir ilmiah itu yang mendasari IPA? Jika dasarnya telah terbentuk, siswa akan lebih mudah memperdalam pengetahuan tentang IPA. Itu hanya satu contoh materi dalam ilmu pertanian yang dapat membantu siswa mempelajari IPA secara terpadu. Materi lain juga memiliki karakter sama. Dengan mulok pertanian, siswa bisa mempelajari IPA secara terpadu dan menyeluruh, tidak sepotong-potong. (soe)KutipanSaat praktik teknik menyambung tanaman terong, siswa harus memilih batang bawah dari tanaman yang satu genus dengan terong (biologi). Memilih media perlu pengetahuan tentang pH, zat hara (kimia). Harus diperhatikan pula porositas tanah, kelembapan, teknik penyiraman (fisika).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar