Sabtu, 20 Juni 2009

MEMORI DI SMAN 1 TEJAKULA

Semua berawal pada 10 februari 1994. Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan sampailah aku dipulau bali yang terkenal itu. Tanpa menemukan kesulitan akhirnya aku sampai di tujuan. Tejakula sebuah desa sekaligus ibu kota kecamatan, suatu tempat yang indah dan asri.

Aku di tugaskan oleh Negara untuk mengabdi di SMAN 1 Tejakula sebagai guru kimia.
SMAN 1 Tejakula adalah sebuah sekolah yang kecil (pada waktu itu) tetapi, penuh gaya dan kaya cinta. Di sebelah selatan sekolah terpampang megah bukit, dimana terdapat pura Kuang dilerengnya. Di sebelah utara terdengar deburan ombak pantai utara. 40 batang pohon mangga produktif tumbuh di areal sekolah, menambah asrinya suasana sekolah.

Aku datang di sore hari, waktu itu aku diterima oleh Bpk. Drs. Made Sutama yang waktu itu tinggal di mes sekolah (terakhir beliau tinggal di depan kantor Polsek Tejakula) kemudian oleh beliau aku diantar ke Pak Gatot (Sekarang aktif di SMPN Kare Madiun). Dan akhirnya aku menginap dikontrakan beliau bersama pak Nyoman Suardana (Akhirnya aku tinggal disana).
Di pagi harinya ketika kulangkahkan kakiku ke sekolah, telah tersuguh suatu suasana familiar dimana guru dan pegawai sedang bercengkrama di beranda. Siswa bersenda gurau diantara kelas-kelas. Aku diterima dengan baik oleh Kasek Bpk. I Wayan Martha, B.A. berikut nama-nama rekan Guru yang aku ingat :
1. Drs. Ketut Sujarsa (Teman dam saudaraku)
2. Nyoman Suardana, S.Pd (Semangat dan disiplin)
3. Made Santika, S.Pd (Teman Seperjuanganku)
4. Gede Suarjaya, S.Pd (Pintar, tertib)
5. Ni Ketut Andriani, S.Pd (Pintar bikin Plecing)
6. Drs. Made Artha (Lucu, Familiar)
7. Drs. Ketut Yuta (Tekun )
8. Ichwan Afandi, S.Pd (Teman Curhatku)
9. Drs. Made Sudartha (Smart)
10. Ketut Sudiana, S.Pd (Ahli Koperasi)
11. Drs. Made Sutama ( Pekerja yang ulet)
12. Made Puja Astawa S.Pd (Karibku satu atap)
Dll

Banyak kenangan di SMAN 1 Tejakula, kisah sedih, suka, kisah penuh gelora, kisah cinta disekolah. Karena aku akrab dengan siswa maka aku diserahi tugas menjadi Pembina PMR, kemudian ketika sekolah merintis pendirian sispala (siswa pecinta alam) aku di tunjuk menjadi pembina sampai akhirnya aku pindah.

Bhuana Raksaka (Penjaga Kelestarian Alam) itulah nama sispala SMAN 1 Tejakula. Menjadi Pembina sispala, akhirnya banyak membentuk karakterku dan menambah pengalamanku dalam mengelola konflik dalam organisasi siswa. Bhuana Raksaka sangat membekas di hatiku, disini aku menemukan siswa-siswa yang penuh potensi, dengan multi talenta. Disini aku bergaul dengan banyak siswa yang di katagorikan bermasalah dalam prilaku, tetapi akhirnya menjadi baik. Sebagai Pembina aku merasa sangat di hargai dan di hormati. Disini aku juga belajar untuk mengerti siswa – siswaku.

Bhuana Raksaka adalah pencapaianku yang luarbiasa. Tempat aku belajar menjadi seorang pendidik yang sebenarnya. Engkau siswa-siswaku yang tak pernah lepas dari hatiku. Aku masih mengenang saat-saat indah bersama mereka. Kelaparan di hutan bedugul, tersesat di bukit Koang, mejelajah di pinggir pantai penutukan tejakula. Semua kenangan itu tetap terukir di hatiku.

Bhuana Raksaka apa saat ini masih eksis ? kuharap begitu. Siswa yang masih aku ingat :
1. Nyoman Darmawan ( siswaku yang paling setia )
2. Ngurah Nova ( si jangkung )
3. Ngurah Joni Mahardika ( Perwira Polisi/ Lulusan AKPOL)
4. Gede Purwa Wibawa Putra ( Perwira AL/Lulusan AAL)
5. Ketut Harry Junior ( ketua /Adik komang safitri putra kepala desa tejakula)
6. Komang Suartini ( ketua sispala/Adik dari luh Rita, Bondalem)
7. Wayan Suwenten ( Penyanyi/seniman)
8. Ketut Suwenten ( Batu Gambir)
9. Kadek Juniarta ( depan PLN)
10. Gede Subawa (Ketua/penuktukan)
11. Komang Sumerta ( Depan KUA)
12. Ketut Merta ada ( Si kapal terbang)
Bhuana Raksaka bravo, inilah sekelumit kenangan mu di hatiku, lain waktu aku sambung.

3 komentar: