Senin, 24 Agustus 2009

MIMPIKU

Mimpiku ...
dalam gundah, dalam gerah
ada spektra asa menembus kepasrahan
bak aurora dalam gulita
berjajar dan berbaris
acungkan diri satu persatu
gairah jiwa tuk penuhi semua
walau terlalu tinggi pembuktian
meski terlalu mahal pewujudan
waktu, tenaga tak ada guna
Mimpiku...
sebuah jalan panjang
setiap langkah kaki sangat mungkin terluka
membekas, menoreh keengganan
bagiku, mencoba adalah baik
walau mungkin gagal,
tetapi ada kemungkinan berhasil
mimpiku
bukan sebuah keangkuhan,
tetapi sebuah pembuktian.

TEMAN

Teman...
ketika semua berakhir...
aku masih melihatmu berdiri di tempat itu
ketika semua bermula .....
aku kembali melihatmu disitu
dengan tenang kau usap keringat di keningmu
nafasmu terengah tanda lelah
tetap kau di tempat itu
memacu keberanian, menapak kemustahilan
kau ayun tanganmu satu-satu
tak nampak ragu di wajahmu
tak nampak sesal di dirimu
walau waktu mengurungmu,
walau asa membelenggumu
kau tetap setia
melakukan sesuatu yang menurutmu mulia
sementara belasan pribadi melewatimu
kau tetap di situ..
ah... sungguh aku sulit memahamimu
semoga semua seperti yang kau harapkan