ku pungut kegigihan dari serpih kehidupan
walau ku punya sedikit keberanian
itu sudah cukup tuk merangkainya
semua jadi berarti ketika tersusun rapi
menara asmara dengan suar cinta
lembah kesuburan berlepotan madu kasih
puncak terjal, kerikil tajam berhiaskan senyum bahagia
semua tersusun kembali dari puing kehidupan
pasti ada keindahan yang lain, aku tak tahu
biarkan hidup mengalir dan berlalu
lalu ku nikmati syair sahdu setelah lewat
meyakinkan aku bahwa semua pasti jadi indah
Rabu, 16 September 2009
Sabtu, 12 September 2009
Syukur
ketika semua berlalu, maka makna datang menghampiri. Tak malu tuk ucap syukur, sebab semua bermuara pada kebaikan. Maafkan aku Tuhan yang sering tak melihat bahwa semua kesesakan yang kurasakan, semua tuk kebaikan ku.... Syukur... terucap walau mungkin terlambat.
saat sesak menghampiri
ketika gelombang menguncang
tertatih dalam sejuta tanya
tak mengerti, mengapa....
pena diatas kertas
menukik tajam mengores kemenangan
meramu resep keberhasilan
tetapi semua tak berarti
kabut kelam, awan tebal menyelimuti
kecut nyali, memandang porakporanda
tak ada teman berbagi, semua sesal sendiri
bongkah es kesalahan mendinginkan hati
kelam... hitam...
ku raih yang tersisa, kucoba berdiri
dalam gelap, dalam kacau, kulihat sinarNya
desah suaraNya legakan hati....
Lihat...., pahami...., dalami
ada makna, ada arti yang dalam
yang bukan rekayasa penghibur hati
walau lemah kucoba tegak kembali
bersama syukur yang dalam
saat sesak menghampiri
ketika gelombang menguncang
tertatih dalam sejuta tanya
tak mengerti, mengapa....
pena diatas kertas
menukik tajam mengores kemenangan
meramu resep keberhasilan
tetapi semua tak berarti
kabut kelam, awan tebal menyelimuti
kecut nyali, memandang porakporanda
tak ada teman berbagi, semua sesal sendiri
bongkah es kesalahan mendinginkan hati
kelam... hitam...
ku raih yang tersisa, kucoba berdiri
dalam gelap, dalam kacau, kulihat sinarNya
desah suaraNya legakan hati....
Lihat...., pahami...., dalami
ada makna, ada arti yang dalam
yang bukan rekayasa penghibur hati
walau lemah kucoba tegak kembali
bersama syukur yang dalam
Senin, 07 September 2009
21 April 1997
bibir munggil, merah delima
mata berbinar penuh gairah
kulit kuning bak batu pualam
mungil, langsing, penuh gaya
cintaku terkapar, tak berdaya
hasratku berkobar bersama langkahmu
asmaraku terdampar dipantai hatimu
hanyut bersama indahnya senyummu
tak kuasa menahan gulana
kala senandung cinta bergelora
di tempat yang tak ada di peta
aku menemukan cinta
mata berbinar penuh gairah
kulit kuning bak batu pualam
mungil, langsing, penuh gaya
cintaku terkapar, tak berdaya
hasratku berkobar bersama langkahmu
asmaraku terdampar dipantai hatimu
hanyut bersama indahnya senyummu
tak kuasa menahan gulana
kala senandung cinta bergelora
di tempat yang tak ada di peta
aku menemukan cinta
keyakinanku
Berjalan melawan deru angin,
Berenang melawan derasnya arus,
Kadang terhanyut, terbawa badai
Tetapi senyum dan sapaMU kuatkanku,
ku tahu pasti kan ada perhentian
dimana lelah terlepaskan,
dimana luka terobati,
dimana harapan bersambut kenyataan
aku yakin pasti....
kan ada perhentian yang damai
sebab bukan perjalanan yang tenang
yang KAU janjikan...
tetapi perhentian yang nyaman
yang telah KAU sediakan.
aku yakin ....
Berenang melawan derasnya arus,
Kadang terhanyut, terbawa badai
Tetapi senyum dan sapaMU kuatkanku,
ku tahu pasti kan ada perhentian
dimana lelah terlepaskan,
dimana luka terobati,
dimana harapan bersambut kenyataan
aku yakin pasti....
kan ada perhentian yang damai
sebab bukan perjalanan yang tenang
yang KAU janjikan...
tetapi perhentian yang nyaman
yang telah KAU sediakan.
aku yakin ....
Langganan:
Postingan (Atom)
