Rabu, 17 Maret 2010

Soal Kimia XII

KELIMPAAAHAN DAN SIFAT SIFAT UNSUR

Pilih salah satu jawaban yang paling benar.

1. Unsur yang paling mudah bereaksi dengan flour ialah…
A.helium B. krypton C. argon D. ksenon E. radon

2. Molekul yod, I2 , bereaksi dengan ion tiosulfat, S2O42- (keduanya dalam larutan)
membentuk ion yodida, I- , dan ion tetrationat, S4O62-. Jumlah mol tiosulfat yang
bereaksi dengan 1 mol yod adalah….
A.½ B. 1 C.2 D. 3 E. 4

3. Urutan mana yang menunjukkan kekuatan pereduksi yang semakin bertambah?

A. Cl- - Br- - I- D. I - Br - Cl
B. Cl- - I- - Br- E. I - Br - Cl
C. Cl - Br - I

4. Untuk mengetahui jenis logam yang terkandung dalam suatu cuplikan garam dilaku-
kan reaksi nyala . Jika reaksi nyala memberikan memberikan nyala hijau, garam ter
sebut mungkin senyawa…
A. Mg B. Ca C. Sr D. Ba E. Ra


5. Kalium dapat bereaksi dengan air membentuk :

A. kalium hidroksida dan gas oksigen D. kalium hidrida dan gas oksigen
B. kalium hidroksida dan gas hydrogen E. kalium oksida dan gas hydrogen
C. kalium oksida dan gas oksigen


6. Logam logam alkali dapat…
A. direduksi oleh hydrogen D. dioksidasi oleh air
B. membentuk kation yang reaktif E. bereaksi dengan basa
C. disimpan dalam air

7. Merupakan basa terkuat adalah….
A. RbOH B. KOH C. NaOH D. CsOH E. LiOH

8. Unsur manakah dibawah ini memerlukan energi paling kecil untuk melepaskan satu
electron dari atom gasnya?
A.argon B. aluminium C. klor D. natrium E.magnesium

9. . Di dalam period eke-3 sistim periodic, dari Na ke Ar,atom unsure pertama mempu-
nyai electron terluar…..
A. electron 1s D electron 3s
B. electron 2s E. electron 2p
C. electron 3p

10. Unsur manakah dibawah ini memerlukan energi paling kecil untuk melepaskan satu electron
dari atom gasnya?
A.argon B. aluminium C. klor D. natrium E.magnesium

11..Oksida mana dibawah ini yang bersifat paling asam ?
A.P4O10 B. Cl2O7 C. SiO2 D. MgO E. Al2O3

12..Berikut ini, data sifat unsure dari Na ke Cl
1. sifat logam bertambah 4. sifat asam bertambah
2. sifat non logam bertambah 5. jarijari atomnya berkurang
3. energi ionisasi berkurang 6. keelektronegatifan berkurang
Perubahan sifat unsure dari Na ke Cl yang benar adalah…..

A. 1 dan 5 D. 4 dan 6
B. 2 dan 5 E. 1 dan 6
C. 3 dan 6

12. Kelompok hidroksida yang semuanya bersifat asam adalah……
A. NaOH, Al(OH)3, Si(OH)3 D. Si(OH)4, Cl(OH)7, S(OH)4
B. Si(OH)4, NaOH, CL(OH)7 E. Al(OH)4, Mg(OH)2, S(OH)6
C. Mg(OH)2, Si(OH)4, P(OH)5

13. Unsur yang paling tidak reaktif terhadap air
A. Ba B. Be C. Ca D. Sr E. Mg

14. Manakah yang salah mengenai unsure unsure halogen?
A. Dalam keadan bebas molekul molekulnya terdiri dari molekul dwi atom.
B. Halogen merupakan unsure unsure yang elektronegatif.
C. Dialam selalu terdapat dalam bentuk senyawa dengan tingkat oksidasi -1
D. Dapat membentuk senyawa antar halogen
E. Mempunyai electron valansi 7

15. Fransium, nomor 87 adalah salah satu logam alkali. Pernyataan yang tidak benar
ialah…..
A. Fransium berwujud cair pada suhu kamar.
B. Keelektronegatifan fransium lebih rendah dari pada logam alkali yang
lain
C. Fransium membentuk ion dengan muatan +1
D. Fransium membentuk kation yang jari jarinya lebih besar dari pada kation logam
alkali yang lain
E. Fransdium dapat menghantarkan listrik

Jawablah dengan singkat,jelas dan berurutan soal soal dibawah ini!

1. a. Mengapa golongan VIIA disebut golongan gas mulia?
Dimana saja kita dapat menemukan unsure unsure gas mulia?
b. Jelaskan keteraturan dari sifat sifat atomic gas mulia

2. a. Jelaskan apa yang dimaksud dengan reaksi pendesakan antar halogen.
b. Dari 3 reaksi pendesakan tersebut, reaksi mana saja yang dapat berlangsung dan
tulislah persamaan reaksinya.

F2 + SrCl2 ---------->
Cl2 + KI ------------->
B2 + CaF2 ----------->

3. a., Berapa bilangan oksidasi Cl dalam setiap senyawa berikut ini
HCl, NaOCl, Cl2 , dan ClF3
b. Jelaskan mengapa Cl dapat memiliki beberapa bilangan oksidasi? Diketahui kon-
figurasi Cl adalah : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5.

4. Tulislah hasil reaksi berikut ini

a. Li(s) + O2(g) c. Na(s) + H2(g)
b. K(s) + H2O(l) d. Rb(s) + Cl2(g)

5. Pembakaran magnesium diudara menghasilkan serbuk warna putih. Sebanyak 1 g
serbuk tersebut dimasukkan dalam air. Gas ammonia yang terbentuk ternyata dapat
menetralkan 12 ml larutan HCl 0,6 M.
a. Tulis reaksi antara magnesium dengan udara.
b. Tulis pula reaksi hasil pembakaran magnesium dengan air
c. Tentukan kadar Mg3N¬2 dalam hasil pembakaran magnesium dalam udara
(Ar N = 14, Mg = 24 )

ENERGETIKA

1. Sistim dan Lingkungan

Energetika mempelajari energi pada perubahan kimia. Reaksi atau proses yang sedang dipelajari disebut sistim. Bagian lain dari dari alam dengan siapa sistim menga dakan pertukaran energinya disebut lingkungan.

2. Kalor reaksi dan Entalpi (H)

Kalor adalah bentuk energi yang mengalir dari sistim ke lingkungan atau sebaliknya karena perbedaan suhu, yaitu dari suhu tinggi ke suhu rendah. Bila antara sistim dan kingkungan tidak ada perbedaan suhu, maka tidak ada peredaran kalor.Apa bila reaksi menyebeabkan suhu sistim naik maka kalor akan mengalir dari sistim ke lingkungan sedemikian banyak sehingga suhu sistim dan lingkungan menjadi sama.
Sebaliknya, jika reaksi menyebabkan suhu sistim turun, maka kalor akan mengalir dari linkungan ke sistim.
Reaksi yang membebaskan kalor disebut reaksi eksoterem sedangakan reak si yang menyerap kalor disebut reaksi endoterm. Jumlah kalor yang harus dikeluar kan dari atau yang harus ditambahkan pada sistim sehingga suhunya tetap disebut ka lor reaksi. Jumlah kalor dinyatakan dengan lambang ” q ”. Kalor reaksi(q) dinya ta -kan dengan tanda negatif (-) untuk reaksi eksoterm dan positif untuk reaksi endoterem.
Kalor reaksi bergantung pada jumlah zat yang bereaksi. Pembakaran 1 mol CH4 yang berlangsung pada tekanan tetap akan membebaskan 890 kJ, maka bila 2 mol CH4 dibakar pada tekanan tetap akan membebaskan 1780 kJ( = 2 x 890 kJ). Kalor reaksi juga bergantung pada cara berlangsungnya reaksi. Pembakaran 1 mol CH4 yng berlangsung pada volume tetap hanya membebaskan 882 kJ.
Kalor reaksi yang berlangsung pada tekanan tetap dihubungkan dengan salah
Satu sifat reaktan dan produk, yaitu entalpi( Head Content). Setiap zat mempunyai en talpi tertentu seperti halnya setiap zat mempunyai massa dan volume tertentu. Ental pi suatu zat bergantung pada besaran besaran yang menyatakan keadaan zat itu
Seperti temperatur dan tekanan. Oleh karena itu entalpi disebut fungsi keadaan.Peru
Bahan entalpi pada suatu reaksi tergantung pada entalpi produk(Hp) dan entalpi reaksi(Hr)
H = H(produk) - H(pereaksi)

Kalor reaksi yang berlangsung pada tekanan tetap sama dengan perubahan entalpi reaksi
q p = H qp = kalor reaksi pada tekanan tetap.

Karena umumnya reaksi berlangsung pada tekanan tetap maka kalor reaksi selalu dinyatakan dengan perubahan entalpinya. Pada proses endoterem, entalpi sistim bertambah, H bertanda positif sedangkan pada proses eksoterem entalpi sistim berkurang,H bertanda negatif.

3. Kerja (W)

Energi yang menyertai suatu proses fisika atau proses kimia tidak selalu beru
pa kalor, tetapi dapat juga berupa kerja ( W ).Kerja atau usaha luar adalah hasil kali
gaya(F) dengan jarak (s). Kerja dapat berupa kerja mekanik, kerja listrik, kerja
magnit dan lain lain. Pada bagian ini hanya akan dibahas salah satu kerja mekanik
yaitu kerja ekspansi yakni kerja yang diakibatkan oleh perubahan volume.
Perubahan volume dapat dapat disebabkan dapat disebabkan perubahan suhu, perubah
an tekanan atau perubahan fisiks/kimia. Oleh karena itu kerja ekspansi dapat dibagi 3
yaitu :
1. Ekspansi termal, ekspansi karena perubahan suhu pada tekanan tetap tanpa
diserta
I perubahan fisika/kimia.
2. Ekspansi isotermal , ekspansi karena perubahan tekanan pada suhu tetap tanpa di
Sertai perubahan fisika/kimia
3. Ekspansi pada proses fisika/kimia pada suhu dan tekanan tetap.

Disini dibahas kerja ekspansi pada proses proses fisika/kimia

Kerja pada Proses Fisika/Kimia pada Suhu dan Tekanan Tetap.
Banyak proses fisika/kimia yang hanya melibatkan zat padat dan zat cair tanpa
gas. Misalnya : proses mencair ,membeku, reaksi reaksi dalam larutan dan lain lain
Dalam hal seperti itu, perubahan volume relatif kecil, sehingga sistim dianggap tidak
melakukan kerja ( W = P. = 0 ) . Akan tetapi pada proses proses yang melibatkan
gas seperti menguap, mengembun, reaksi reaksi gas, dan lain lain dapat terjadi peru
bahan volume yang cukup besar. Oleh karena itu hanya dipandang perlu untuk
memperhitungkan kerja pada proses proses yang meibatkan gas.


4. Energi dalam dan Hukum Termodinamika I

Sistim dapat menyimpan energi. Es yang meleleh menyerap energi dan tersimpan dalam
air. Energi yang tersimpan dalam suatu sistim disebut Energi dalam ( E )sistim.
Sistim menyimpan energi menurut berbagai cara. Sistim gas menyimpan energi sebagian
sebagai energi kinetik, zat padat menyimpan energi sebagian sebagai energi getar
partikel partikelnya,dan sebagainya. Energi dalam sistim akan berubah apabila sis
tim menyerap atau membebaskan energi. Energi dalam sistim juga akan berubah apa
bila sistim melakukan atau menerima kerja. Bila sistim melakukan kerja maka energi
dalam sistim akan berkurang, sebaliknya bila sistim menerima kerja energi
dalam sistim akan bertambah.

Bila sistim menerima kalor sebanyak q dan melakukan kerja sebesar W maka perubahan energi dalam sistim adalah

E = q – W


Hal ini sesuai dengan Hukum Termodinamika I yang menyatakan bahwa energi tidak Dapat musnahkan atau diciptakan. Energi dalam tergolong fungsi keadaan. Perubahan energi dalam trgantung pada keadaan awal dan keadaan akhir sistim dan tidak bergantung pada lintasan.
E = E akhie – Eawal

. Beberapa Jenis Proses

a. Proses isochorik adalah proses yang berlangsung pada volume tetap.
Karena tidak ada perubahan
volume,



b. Proses isobarik adalah proses yang berlangsung pada tekanan tetap. Dalam hal ini
volume sistim dapat berubah. Jadi sistim melakukan kerja.


c. Proses adiabatis adalah proses yang tidak disertai pertukaran energi antara
sistim dan lingkungan.

6. Entropi adalah fungsi termodinamika yang menyatakan derajad ketidakteraturan sua
tu zat. Apabila susunan partikel makin tidak teratur makin besar entropinya, sebaliknya
bila makin teratur makin kecil entropi. Perubahan wujud, mencair dan menguap diser
tai pertambahan entropi.
Pertanyaan :
Nyatakan perubahan entropi sistim, bertambah atau berkurang,pada proses proses berikut.

a. Mencairnya es :
b. Menguapnya air
c. Melarutnya garam dapaur
d. Pembentukan gas amonia dari gas nitrogen dan hidrogen
e. Pencampuran larutan AgNO3 dengan larutan NaCl
f. Pemanasan batu kapur membentuk CaO dan CO2

Entropi tergolong fungsi keadaan yang berarti bahwa entropi suatu sistim tergantung pada keadaannya.


7. Arah Proses
Proses spontan dan tidak spontan
Dari pengalaman sehari hari kita bahwa air selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah; panas mengalir dari dari suhu tinggi ke suhu yang lebih rendah. Proses proses tersebut berlangsung dengsan sendirinya tanpa bantuan dengan sistim lain dan seterusnya kita sebut proses spontan. Kebalikan dari proses spontan adalah tidak spontan.

Proses proses yang disebutkan diatas adalah proses eksoterem yakni proses yang menuju ke tingkat energi yang lebih rendah. Proses endotrem juga banyak yang berlangsung spontan, contohnya mencairnya es pada suhu diatas 0 0C atau melarut nya garam dalam air. Proses endoterem yang berlangsung spontan selalu disetai pertambahan entropi.

Sebagian dari proses spontan itu tegantung pada suhu. Misalnya proses meleburnya yang hanya berlangsung spontan diatas 0 o pada tekanan 1 atm. Ada juga proses lain tidak eksoterm dan tidak endoterm ,yaitu proses adiabatis yang dapat spontan. Apa syaratnya sehingga suatu proses berlangsung spontan, dapatlah dicatat dua hal yang
menjadi pendorong proses itu ,yakni :
1. Adanya kecenderungan mencapai energi potensial yang lebih rendah
Batu dipuncak gunung memiliki energi potensial tertentu sebanding dengan ketinggian ( E p = mgh ). Apabila batu berguling turun maka energi potensialnya akan turun hingga mencapai dilembah dengan energi potensial terendah. Hampir semua proses eksoterem dapat berlangsung spontan

2. Adanya kecenderungan mencapai keadaan yang lebih tidak beraturan
Pada proses endoterm justru produk berada pada pada tingkat yang lebih tinggi daripada reaktan. Tenaga pendorong dalam hal ini ialah adanya kecenderungan mencapai keadaan yang lebih tidak beraturan. Dalam es, molekul molekul tersusun teratur menurut bentuk geometrik tertentu dan bila es mencair maka susunan itu hancur dan molekul molekul bergerak bebas dan tidak teratur lagi. Apabila diperhatikan lebih seksama, nyatalah bahwa setiap proses spontan menyebabkan entropi bertambah. Hal ini dinyatakan dengan Hukum Termodinamika II : ” Pada proses spontan entropi total cenderung bertambah


Apabila suatu proses spontan disertai dengan berkurangnya entropi sistim, pastilah proses itu menyebabkan pertambahan entropi lingkungan yang lebih besar, sehingga entropi total bertanda positif.

Akan tetapi tidaklah mudah mengukur perubahan entropi lingkungan. Oleh karena itu, hukum termodinamika II dalam bentuk seperti diatas belum dapat digunakan untuk menentukan suatu proses berlangsung spontan .

Hidrolisis

LARUTAN PENYANGGA DAN HIDROLISIS

A. Larutan Penyangga (Buffer)
Larutan penyangga mengandung zat terlarut yang bersifat sebagai “penyangga”. Penyangga memiliki komponen asam dan basa. Komponen asam mengatasi kenaikan pH sedangkan komponen basa mengatasi penurunan pH.
Kita mengenal adanya larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa.

1. Larutan penyangga asam terdiri dari asam lemah (HA) dan basa konjugasinya (A), dilambangkan dengan HA/ A.
Contoh: CH3COOH/ CH3COO

2. Larutan penyangga basa terdiri dari basa lemah (B) dan asam konjugasinya (BH+), dilambangkan dengan B/ BH+.
Contoh: NH3/NH4+

B. Hidrolisis
Hidrolisis berasal dari kata hidro yang berarti air dan lisis yang berarti penguraian. Jadi hidrolisis adalah penguraian garam karena pengaruh air. Garam dapat dipandang sebagai suatu asam dan suatu basa. Berdasarkan pengelompokan asam dan basa, maka dikenal beberapa macam garam, yaitu:

1. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat.
Contoh: NaCl, K2SO4, Ba(NO3)2

2. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah.
Contoh: NH4Cl, AgNO3, CuSO4

3. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat.
Contoh: CH3COONa, K2CO3, Na3PO4

4. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah.
Contoh: NH4CN, Al2S3, MgCO2

Larutan garam dalam pelarut air dapat memberikan suasana asam, basa, atau netral. Hal tersebut sangat bergantung pada komponen garam yang larut. Menurut konsep hidrolisis, komponen garam (kation atau anion) yang berasal dari asam lemah atau basa lemah bereaksi dengan air (terhidrolisis) membentuk ion H3O+ atau ion OH. Jika hidrolisis menghasilkan ion H3O+ maka larutan bersifat asam. Contohnya:

CH3COO- + H2O <=========> CH3COOH + OH-
Tetapi jika hidrolisis menghasilkan ion OH maka larutan bersifat basa. Contohnya:
NH4+ + H2O <=========> NH3 + H3O+

Ikatan Ion

IKATAN KIMIA
Atom satu berikatan dengan atom yang lain membentuk molekul unsur maupun molekul senyawa. Suatu ikatan dapat terbentuk apabila setelah berikatan, atom-atom tersebut menjadi lebih stabil dari sebelumnya. Kestabilan yang dimaksud berupa kestabilan susunan elektronnya.
Susunan elektron dalam atom akan stabil apabila kulit terluar terisi elektron dengan jumlah 2 atau 8, seperti gas mulia. Susunan elektron yang paling stabil dalam sistem periodik unsur adalah susunan elektron dari golongan gas mulia. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa atom gas mulia berada sebagai atom tunggal di alam. Dengan kata lain, atom gas mulia sukar bereaksi dengan atom lain atau disebut juga bersifat inert. Gas mulia mempunyai 8 elektron valensi, kecuali He yang hanya 2 elektron valensi.
Jadi unsur atom berupaya mendapatkan konfigurasi elektron seperti gas mulia dengan cara berikatan secara kimiawi dengan atom lain. Ada 3 jenis ikatan kimia, yaitu ikatan ion (ikatan elektrovalen), ikatan kovalen, dan ikatan logam. Jenis ikatan yang menggambarkan bagaimana cara atom-atom berikatan dan struktur yang terbentuk, akan mempengaruhi sifat-sifat dari zat yang terbentuk.
Aturan Oktet dan Duplet
Pada periode 1916 – 1919, dua ahli Amerika yaitu G.N Lewis dan Irving Langmuir serta seorang ahli Jerman Walther Kossel mengusulkan pengembangan konsep ikatan. Pada dasarnya konsep tersebut mengatakan bahwa unsur yang berada dalam keadaan stabil adalah unsur gas mulia. Atom selain gas mulia cenderung bergabung dengan sesamanya atau atom lainnya untuk mendapatkan konfigurasi elektron seperti pada unsur gas mulia. Ada dua aturan bagi atom-atom yang berikatan agar susunan elektronnya menjadi seperti gas mulia.
1. Aturan oktet, yaitu atom-atom cenderung memiliki 8 elektron pada kulit keluarnya seperti konfigurasi elektron gas mulia terdekat.
2. Aturan duplet, yaitu unsur-unsur dengan nomor atom kecil, yakni H dan Li berusaha memiliki 2 elektron valensi seperti He untuk mencapai kestabilan.

Ikatan kimia merupakan ikatan yang dibentuk antara atom maupun antar molekul melalui mekanisme sebagai berikut :
1. Atom yang satu memberikan elektronnya, sedangkan atom yang lain menerima elektronnya.
2. Penggunaan elektron bersama. Pasangan elektron dapat berasal dari salah satu atau kedua atom yang beriktan.
Lambang Lewis
Lambang Lewis adalah lambang atom disertai elektron valensinya. Lambang Lewis untuk unsur-unsur periode 1, 2 dan 3 sebagai berikut :

Lambang Lewis gas mulia menunjukkan 8 elektron valensi yang terbagi dalam 4 pasangan. Lambang Lewis unsur dari golongan lain menunjukkan adanya elektron tunggal (elektron yang belum berpasangan).
IKATAN ION
Ikatan ion sering juga disebut dengan ikatan elektrovalen atau heteropolar. Ikatan ion terjadi akibat gaya tarik menarik elektrostatik antara ion positif dan ion negatif. Ikatan ion dibentuk antara atom yang mudah melepaskan elektron dengan atom yang mudah menangkap elektron. Apabila atom netral melepaskan elektron, akan terbentuk ion positif. Sebaliknya, atom netral menerima atau menangkap elektron, akan terbentuk ion negatif. Mengapa atom menangkap elektron atau melepaskan elektron ? Tentu saja supaya susunan elektron atom seperti gas mulia sehingga stabilitas bertambah.

PEMBENTUKAN ION POSITIF
Ion positif terbentuk ketika suatu atom melepaskan elektron. Atom yang cenderung mudah melepaskan elektron adalah atom-atom yang terletak pada golongan IA (kecuali H) dan golongan IIA. Hal ini karena atom-atom golongan IA dan IIA mempunyai potensial ionisasi yang rendah.
Sesuai dengan aturan oklet dan aturan duplet, unsur-unsur golongan alkali (IA) yang memiliki 1 elektron pada kulit luarnya akan melepaskan elektronnya untuk membentuk ion positif sesuai dengan konfigurasi elektron-elektron unsur gas mulia. Demikian pula dengan unsur-unsur golongan alkali tanah (IIA) yang memiliki dua elektron pada kulit keluarganya, dan melepaskan dua elektronnya untuk membentuk ion positif dengan konfigurasi elektron unsur-unsur gas mulia.
Pembentukan ion positif terjadi bukan karena pertambahan proton ke dalam atomnya, melainkan karena pelepasan elektron.

PEMBENTUKAN ION NEGATIF
Ion negatif terbentuk ketika suatu atom penerima elektron. Atom-atom yang mudah menerima elektron terletak pada golongan VIIA dan VIA. Hal ini karena atom-atom golongan VIIA dan VIA mempunyai afinitas elektron besar.
Unsur-unsur golongan VIIA (halogen) memiliki 7 elektron pada kulit terluarnya. Unsur-unsur golongan ini dapat dengan mudah menerima 1 elektron agar memiliki konfigurasi elektron seperti unsur-unsur gas mulia (8 elektron terluar). Demikian pula dengan unsur-unsur golongan VIIA yang memiliki elektron pada kulit terluarnya, dengan dapat mudah menerima 2 elektron. Hal ini bertujuan agar memiliki konfigurasi elektron seperti unsur-unsur gas mulia dengan membentuk ion negatif.
Pembentukan ion negatif terjadi bukan karena protonnya berkurang, melainkan karena elektronnya bertambah.

PEMBENTUKAN IKATAN ION
Ikatan ion kemungkinan besar dapat terjadi antara unsur yang mempunyai potensial ionisasi kecil dengan unsur yang mempunyai afinitas elektron besar. Unsur-unsur yang mempunyai potensial ionisasi kecil merupakan unsur-unsur logam, sedangkan unsur-unsur yang mempunyai afinitas elektron besar merupakan unsur-unsur non logam. Dengan demikian ikatan ion terjadi antara unsur logam dengan unsur non logam. Senyawa yang terbentuk antara atom-atom yang terikat satu sama lain dengan ikatan ion dinamakan senyawa ion. Contoh senyawa ion adalah LiF, BeU2, NaCl, MgCl2, CaCl2, Na2O, CaO, dan lain-lain.

Soal Kimia XI

1. Kata atom pertama kali dikemukakan oleh …
a. Aristotales b. Demokritus c. J. Dalton d. Thomson e. Rutherford

2. Percobaan Rutherford menunjukan bahwa atom memiliki…
a. gelombang b. energi c. proton d. inti e. neutron

3. N. Bohr dalam teori atomnya telah mengenalkan istilah…
a. kulit atom b. orbital c. magnetic d. spin e. kuantum

4. Sebuah unsur dengan nomor atom 25 konfigurasi elektronnya berakhir dengan…
a. 4p6 b. 3p6 c. 4d6 d. 3d5 e. 3d6

5. Konfigurasi elektron untuk unsur dengan nomor atom 40 adalah…
a. (Ne)3d10, 4p6 b. (Ar)2p6, 3s2 c. (Xe)5s2, 4d6 d. (Kr)5s2 4d2
e. (Ar)4s2,3d7

6. Unsur dengan nomor atom 38, electron terakhirnya memiliki bilangan kuantum
n,l,m,s berturut-turut …
a. 3, 2,+1, 1/2 b. 5,0,0,-1/2 c. 5,1,0,-1/2 d. 3,2,-1,1/2
e. 5,1,0,1/2

7. Unsur dengan bilangan kuantum electron terekhir n= 4, l=2, m=0, s = -1/2
memiliki nomor atom … a. 38 b. 40 c. 46 d. 56 e. 65

8. Unsur dengan nomor atom 16 terletak pada golongan dan periode…
a. IVA, 4 b. VIA, 4 c. VIA, 3 d. VA, 4 e. IVA, 3

9. Unsur yang terletak pada golongan IIIB dan periode 4, electron terakhir
memiliki bilangan kuantum n,l,m,s berturut - turut…
a. 3,1,0,1/2 b. 4,1,0,-1/2 c. 4,0,0,1/2 d. 3,2,-2,1/2
e. 3,2,-1,-1/2

10. Molekul CH4 memiliki pasangan electron bebas ….
a. 4 b. 3 c. 0 d. 5 e. 6

11. Molekul NH3 memiliki pasangan electron ikatan…
a. 4 b. 3 c. 0 d. 5 e. 6

12. Molekul XeF2 mempunyai bentuk …
a. segitiga planar b. linear c. piramid d. tetrahedral
e. oktahedral

13. Bila diketahui energi ikatan Cl-Cl = 150 kj, H-H = 100kj, H-Cl = 400kj, maka
perubahan entalpi untuk reaksi : H2 + Cl2¬  2 HCl , adalah… kj
a. 250 b. 150 c. -150 d. 550 e. -550

14. Dalam sebuah percobaan dengan kalori meter sederhana, diketahui massa air =
50 gr, kalor jenis air = 4 j g-1 0K-1 , sedangkan reaksi telah menaikan
sushu air dari 25 0C menjadi 300C. maka besarnya perubahan entalpi yang
terjadi adalah…
a. 1000 kj b. 1000 j c. – 1000 kj d. – 1000 j e. 1 kj

15. Bila diketahui : C(s) -------> C(g) ---------- ∆H= -350 kj
2CO(g) -------> 2C(g) + O2(g)--------- ∆H= 100 kj
CO(g) + ½ O2(g)--------> CO2(g) ---------- ∆H= 200 kj

Maka ∆H untuk reaksi : C(s) + O2(g) --------> CO2(g) adalah…. kj
a. -400 b. 400 c. -50 d. -200 e. 200

16. Diketahui ∆Hf0 CH4 = -300 kj, ∆Hf0 CO2 = -200 kj, ∆Hf0 H2O = -250 kj ,
maka ∆Hr dari reaksi : CH4 + 2 O2 --------> CO2 + 2 H2O adalah….
a. -400 b. 400 c. -50 d. -200 e. 200

17. Satu ons bahan bakar menghasilkan energi sebesar 1000 kj, maka jumlah bahan
bakar yang diperlukan untuk menaikan suhu 50 kg air dari 250C menjadi 750C
adalah… (Kalor jenis air = 4 j g-1 0K-1)
a. 100 kg b. 10 kg c. 1 kg d. 8 ons e. 5 ons

18. Dibawah ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi,
kecuali….
a. konsentrasi b. luas permukaan c. katalis d. tumbukan
e. suhu

19. Berikut data hasil percobaan laju reaksi untuk reaksi A + B --------> C
No (A) M (B) M V (M.s-1)
1 0,1 x 10-2 0,1 x 10-2 20 x 10-4
2 0,1 x 10-2 0,2 x 10-2 40 x 10-4
3 0,2 x 10-2 0,1 x 10-2 80 x 10-4

Orde reaksi A dan B masing masing adalah…
a. 2 dan 1 b. 1 dan 2 c. 1 dan 1 d. 2 dan 2 e. 2 dan 3

20. Diketahui data hasil percobaan laju reaksi untuk reaksi :
2NO + Cl2 --------> 2 NOCl
No (NO) M (Cl2) M V (M.s-1)
1 0,1 x 10-2 0,1 x 10-2 30 x 10-3
2 0,5 x 10-2 0,1 x 10-2 150 x 10-3
3 0,1 x 10-2 0,3 x 10-2 270 x 10-3
Maka persamaan laju reaksinya adalah…
a. V=k(NO)( Cl2)2 d. V=k(NO)2( Cl2)2
b. V=k(NO)2(Cl2) e. V=k(NO)( Cl2)1/2
c. V=k(NO)( Cl2)

21. Sebuah reaksi akan naik 2 kali lajunya bila suhu dinaikan 100C, jika pada suhu
0 C laju reaksinya 25 M.s-1, maka pada suhu 600C laju berubah menjadi…
a. 35 M.s-1 b. 55 M.s-1 c. 85 M.s-1 d. 95 M.s-1 e. 100 M.s-1

22. Diketahui sebuah reaksi : A + B + C  AB + AC, kemudian
AB + AC --------> BC + A. Dalam reaksi diatas yang berperan sebagai katalis adalah
zat…
a. A b. B c. C d. AB e. AC

23. Energi minimum yang memungkinkan terjadinya reaksi dua zat atau lebih, disebut energi ….
a. Entalpi b. kinetik c. aktivasi d. potensial e. dalam

24. Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan, kecuali…
a. konsentrasi b. volume c. tekanan d. Irreversible e. suhu

25. Berikut reaksi kesetimbangan : 2 A + B <==== >C untuk memperoleh zat C sebanyak-
banyaknya maka perlu dilakukan aksi…
a. konsentrasi C ditambah d. tumbukan diaktifkan
b. di tambah katalis e. tekanan di perkecil
c. tekanan di perbesar

Petunjuk : kerjakan dengan singkat dan benar !
1. Diketahui reaksi : 2NH3 <====> N2 + 3H2 pada saat setimbang ditemukan NH3,N2,H2
berturut-turut 0,06 M, 0,04 M dan 0,4 M, hitung harga Kc dari reksi diatas.

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan reaksi reversible !

3. Diketahui reaksi : 2SO3 <====> 2SO2 + O2 pada wadah 1 liter dimasukan 1 mol gas SO3
saat setimbang ditemukan 0,2 mol O2 maka α dari reaksi adalah …

4. Reaksi : PCl5(g)   PCl3(g) + Cl2(g) terjadi pada suhu tertentu dalam ruang 1
liter, 0,8 mol gas PCl5 terurai. Jika pada saat setimbang terbentuk 0,2 mol Cl2, maka
tentukan nilai Kp nya.

5. Jelaskan hubungan nilai Kc dengan arah kesetimbangan !

Rabu, 24 Februari 2010

reflections in the middle of the night

Full moon in the sky, the star tip of the night
anxiety over heart, not knowing the end of this road
is there any love reverberated in my chest?
I do not know ... I really do not know
I try to stay for a goal
while expectations continue in the fantasy
Is there love at the end of the road.

artificiality met in every step
sometimes makes me lose hope
but your love makes me strong
and I'm sure my dreams come true

Selasa, 23 Februari 2010

KERESAHAN HATI

Apa yang sudah kuberi ?
Sebab banyak yang telah aku terima.
Apakah yang telah kulakukan ?
Sebab orang lain telah lakukan banyak hal.
Apakah aku telah bermanfaat ?
Sebab sering kali aku memanfaatkan orang lain.
Apakah aku telah menjadi diriku yang seharusnya ?
Sebab untuk itulah aku hidup, menjadi diriku yang sebenarnya.

kala semua berlalu
Aku ingin memberi sebanyak mungkin.
saat semua telah berakhir
aku tak mau menyesal, sebab banyak yang kulakukan.
ketika semua telah memudar
aku berharap menjadi manfaat
dan aku menjadi diriku sepanjang hidupku.


Selasa, 16 Februari 2010

AKU DAN KAMU

Manusia, penuh keterbatasan, walau selalu menakjubkan. Tidak abadi, tetapi berakal budi. Kadang berdiri dengan angkuh, seakan tahu tentang segalanya, bertindak abadi, membelakangi keterbatasannya. Mencoba mengukir diantara tapak kaki, meninggalkan jejak, memberi isyarat tentang keberadaannya pada masa depan.

Selalu mencari keuntungan dalam segala tindakan. "Aku rela berkorban demi negri ini !!!" itu hanyalah semangat membohongi, sebenarnya " Aku rela berkorban demi negri ini, karena disini keluragaku berada, disini hartaku berjaya, disini aku mengukir jejak di masa depan!!!" tidak ada ketulusan didalamnya. Selalu punya kepentingan.

Tetapi cinta mengajarkan.
  1. Lakukan tanpa didasar alasan (just do it), karena tindakan dengan alasan adalah sebuah wujud ketidak tulusan. Berilah jika hatimu tergerak untuk memberi. Tolonglah jika kamu dapat menolong. Lakukan kebaikan kepada semua orang, bukan karena sebuah alasan.
  2. Sadarlah bahwa kita telah menerima cinta, mulai dari kita lahir hingga kini. Jadi lipat gandakan cinta itu, biarlah dia melimpah, seperti air membasahi setiap relung yang kosong, mengalir memberi kehidupan pada tanah gersang. memberi harapan pada jiwa yang putus asa. memberi kesejukan pada jiwa yang haus. biarlah hidup kita meninggalkan jejak cinta, dan cinta

Jumat, 22 Januari 2010

Dalam Lumpur Penat

Diantara penat,
Diantara ragu,
secangkir kopi
menghasilkan kehampaan

aku masih dalam penatku
menunggu lelap mengawal malam
seuntai syair mengalun senyap
mengiris hati, menambah penat

oh... betapa aku rindu
rindu akan ujung jalan
rindu akan tepi padang belantara
rindu pada gairah cintamu

aku masih disini
disisi penat mengantung asa
berharap semua segera selesai
dan kebebasan kan segera datang

tetapi dalam penat
aku bangga akan cintamu
aku gembira karena hasratmu
aku terhibur karena tarianmu

Rabu, 06 Januari 2010

lembar baru

Ada sesal di masa lalu, tentang kesempatan yang terabaikan, tentang cinta yang terlupakan, tentang janji yang tak ditepati, tentang rasa yang tak pernah terungkap, tentang perbuatan yang tak termaafkan.

Tetapi biarlah semu menjadi masa lalu, biarlah semua jadi kenangan.

Biarlah semangat kembali membara, menyusun langkah mengatur jalan.
Mencoba meraih semua yang terlewatkan, dengan sebuah keyakinan bahwa kesusksesan pasti diraih, dan perjuangan adalah harga yang harus di bayar.