Rabu, 17 Maret 2010

Ikatan Ion

IKATAN KIMIA
Atom satu berikatan dengan atom yang lain membentuk molekul unsur maupun molekul senyawa. Suatu ikatan dapat terbentuk apabila setelah berikatan, atom-atom tersebut menjadi lebih stabil dari sebelumnya. Kestabilan yang dimaksud berupa kestabilan susunan elektronnya.
Susunan elektron dalam atom akan stabil apabila kulit terluar terisi elektron dengan jumlah 2 atau 8, seperti gas mulia. Susunan elektron yang paling stabil dalam sistem periodik unsur adalah susunan elektron dari golongan gas mulia. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa atom gas mulia berada sebagai atom tunggal di alam. Dengan kata lain, atom gas mulia sukar bereaksi dengan atom lain atau disebut juga bersifat inert. Gas mulia mempunyai 8 elektron valensi, kecuali He yang hanya 2 elektron valensi.
Jadi unsur atom berupaya mendapatkan konfigurasi elektron seperti gas mulia dengan cara berikatan secara kimiawi dengan atom lain. Ada 3 jenis ikatan kimia, yaitu ikatan ion (ikatan elektrovalen), ikatan kovalen, dan ikatan logam. Jenis ikatan yang menggambarkan bagaimana cara atom-atom berikatan dan struktur yang terbentuk, akan mempengaruhi sifat-sifat dari zat yang terbentuk.
Aturan Oktet dan Duplet
Pada periode 1916 – 1919, dua ahli Amerika yaitu G.N Lewis dan Irving Langmuir serta seorang ahli Jerman Walther Kossel mengusulkan pengembangan konsep ikatan. Pada dasarnya konsep tersebut mengatakan bahwa unsur yang berada dalam keadaan stabil adalah unsur gas mulia. Atom selain gas mulia cenderung bergabung dengan sesamanya atau atom lainnya untuk mendapatkan konfigurasi elektron seperti pada unsur gas mulia. Ada dua aturan bagi atom-atom yang berikatan agar susunan elektronnya menjadi seperti gas mulia.
1. Aturan oktet, yaitu atom-atom cenderung memiliki 8 elektron pada kulit keluarnya seperti konfigurasi elektron gas mulia terdekat.
2. Aturan duplet, yaitu unsur-unsur dengan nomor atom kecil, yakni H dan Li berusaha memiliki 2 elektron valensi seperti He untuk mencapai kestabilan.

Ikatan kimia merupakan ikatan yang dibentuk antara atom maupun antar molekul melalui mekanisme sebagai berikut :
1. Atom yang satu memberikan elektronnya, sedangkan atom yang lain menerima elektronnya.
2. Penggunaan elektron bersama. Pasangan elektron dapat berasal dari salah satu atau kedua atom yang beriktan.
Lambang Lewis
Lambang Lewis adalah lambang atom disertai elektron valensinya. Lambang Lewis untuk unsur-unsur periode 1, 2 dan 3 sebagai berikut :

Lambang Lewis gas mulia menunjukkan 8 elektron valensi yang terbagi dalam 4 pasangan. Lambang Lewis unsur dari golongan lain menunjukkan adanya elektron tunggal (elektron yang belum berpasangan).
IKATAN ION
Ikatan ion sering juga disebut dengan ikatan elektrovalen atau heteropolar. Ikatan ion terjadi akibat gaya tarik menarik elektrostatik antara ion positif dan ion negatif. Ikatan ion dibentuk antara atom yang mudah melepaskan elektron dengan atom yang mudah menangkap elektron. Apabila atom netral melepaskan elektron, akan terbentuk ion positif. Sebaliknya, atom netral menerima atau menangkap elektron, akan terbentuk ion negatif. Mengapa atom menangkap elektron atau melepaskan elektron ? Tentu saja supaya susunan elektron atom seperti gas mulia sehingga stabilitas bertambah.

PEMBENTUKAN ION POSITIF
Ion positif terbentuk ketika suatu atom melepaskan elektron. Atom yang cenderung mudah melepaskan elektron adalah atom-atom yang terletak pada golongan IA (kecuali H) dan golongan IIA. Hal ini karena atom-atom golongan IA dan IIA mempunyai potensial ionisasi yang rendah.
Sesuai dengan aturan oklet dan aturan duplet, unsur-unsur golongan alkali (IA) yang memiliki 1 elektron pada kulit luarnya akan melepaskan elektronnya untuk membentuk ion positif sesuai dengan konfigurasi elektron-elektron unsur gas mulia. Demikian pula dengan unsur-unsur golongan alkali tanah (IIA) yang memiliki dua elektron pada kulit keluarganya, dan melepaskan dua elektronnya untuk membentuk ion positif dengan konfigurasi elektron unsur-unsur gas mulia.
Pembentukan ion positif terjadi bukan karena pertambahan proton ke dalam atomnya, melainkan karena pelepasan elektron.

PEMBENTUKAN ION NEGATIF
Ion negatif terbentuk ketika suatu atom penerima elektron. Atom-atom yang mudah menerima elektron terletak pada golongan VIIA dan VIA. Hal ini karena atom-atom golongan VIIA dan VIA mempunyai afinitas elektron besar.
Unsur-unsur golongan VIIA (halogen) memiliki 7 elektron pada kulit terluarnya. Unsur-unsur golongan ini dapat dengan mudah menerima 1 elektron agar memiliki konfigurasi elektron seperti unsur-unsur gas mulia (8 elektron terluar). Demikian pula dengan unsur-unsur golongan VIIA yang memiliki elektron pada kulit terluarnya, dengan dapat mudah menerima 2 elektron. Hal ini bertujuan agar memiliki konfigurasi elektron seperti unsur-unsur gas mulia dengan membentuk ion negatif.
Pembentukan ion negatif terjadi bukan karena protonnya berkurang, melainkan karena elektronnya bertambah.

PEMBENTUKAN IKATAN ION
Ikatan ion kemungkinan besar dapat terjadi antara unsur yang mempunyai potensial ionisasi kecil dengan unsur yang mempunyai afinitas elektron besar. Unsur-unsur yang mempunyai potensial ionisasi kecil merupakan unsur-unsur logam, sedangkan unsur-unsur yang mempunyai afinitas elektron besar merupakan unsur-unsur non logam. Dengan demikian ikatan ion terjadi antara unsur logam dengan unsur non logam. Senyawa yang terbentuk antara atom-atom yang terikat satu sama lain dengan ikatan ion dinamakan senyawa ion. Contoh senyawa ion adalah LiF, BeU2, NaCl, MgCl2, CaCl2, Na2O, CaO, dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar