Senin, 28 Maret 2011

Burung Gagak Ingin Menjadi Merpati

Dikisahkan seekor burung gagak yang bermimpi untuk menjadi seekor burung merpati. Dia ingin memwujudkan mimpi itu. Mulailah dia belajar untuk menjadi merpati. Dia meninggalkan kebiasaannya sebagai burung gagak. Dia tidak lagi makan bangkai, melainkan makan biji-bijian. Dia tidak lagi berjalan dengan meloncat-loncat, melainkan mulain berjalan dengan melangkah satu-satu. Dia bisa !
Setelah merasa yakin bahwa dia telah berubah menjadi merpati, mulailah dia mendekati kawanan burung merpati. Dengan tatapan penuh curiga para merpati menyambut si burung gagak. Bagi mereka burung gagak ini berprilaku sangat aneh. Dia makan biji-bijian, berjalan seperti mereka dengan langkah anggun meliak-liuk. Tetapi yang membuat aneh adalah, fisik burung gagak itu. Dia tetap berwarna hitam. Paruhnya tetap runcing dan suaranya tetap seperti gagak.
“ jenis apakah kamu ? “ Tanya salah seorang merpati. “ Aku merpati seperti kamu” jawab gagak. “ ah tidak makananmu sama dengan kami, cara berjalanmu sama dengan kami. Tetapi paruh dan warna bulumu seperti gagak. Jadi mustahil kamu sama seperti kami “ jawab merpati itu. Si gagak sedih mendengar penjelasan merpati itu. Dia terbang dengan kesedihannya meninggalkan kawanan merpati untuk kembali ke kawanannya.
Seringkali dalam hidup ini kita berusaha untuk menjadi orang lain. Dengan segala upaya kita merubah diri kita supaya menyerupai orang lain. Dengan segala usaha kita merubah diri kita demi sebuah citra diri yang kita inginkan. Alangkah melelahkan usaha ini. Seperti gagak. Kita akan mengalami kejenuhan dan kegagalan bila kita selalu berusaha untuk menjadi orang lain. Kita akan gagal bila melakukan itu. Untuk berhasil dalam hidup, kita tidak harus merubah diri kita menjadi orang lain. Berhasil dengan menjadi diri sendiri tentulah tidak melelahkan.
Bila kita telah berhasil, sebaiknya kita tidak membatasi orang lain untuk tumbuh dan berhasil bersama kita. Seperti merpati yang memandang aneh gagak yang berusaha untuk berubah menjadi seperti dia. Keberhasilan orang lain akan menunjang keberhasilan kita.

Rabu, 23 Maret 2011

Petani dan Burung Pipit

Pagi yang cerah, matahari pagi mulai bersinar, saatnya mandi dan mengawali hari dengan semangat. ketika mau mandi saya Kaget dengan suara orang yang mengusir burung pipit yang sedang makan padi yang mulai berbuah.
Terkesan dengan kejadian ini, saya coba untuk memperhatikannya. Si burung terkejut dan terbang ketika mendengarkan suara orang yang mengusirnya. Tetapi burung bukan pergi ke lain tempat melainkan berpindah ke tangkai yang lain. Sekali lagi si petani mengusirnya dengan suara teriakan dan lemparan beberapa batu/tanah. Kembali kawanan burung terbang dan hinggap ke tangakai yang lain. Kejadian ini berulang terus.
saya kagum dengan kegigihan si petani. Dia tetap melakukan tugasnya dengan semangat, tidak putus asa walaupun apa yang dia lakukan seakan tidak ada hasilnya, tetapi tetap tekun melakukannya.
Kejadian ini membangunkan kembali semangat saya untuk berbuat baik. hati saya berkata " demikianlah seharusnya !". Walaupun kebaikan yang kita lakukan seakan tidak merubah apa-apa. Atau bahkan mendapatkan tantangan, melukai hati, menguras energi kita, tetapi kita harus tetap tekun melakukannya.
"Benih kebaikan yang kita tebar, mungkin sebagian akan hilang tersapu angin atau dimakan burung, tetapi bila kita tetap tekun menabur, pasti benih kebaikan itu ada yang tumbuh, mengeluarkan buah dan menumbuhkan kebaikkan-kebaikan yang lain. " Tetap yakinan diri bahwa apa yang kita lakukan akan membawa kebaikan bagi kita, mungkin tidak hari ini tetapi pasti suatu saat kita akan menuai kebaikan".

Jenis Manusia

Manusia, penuh kekurangan, kekhilafan dan ketidaktahuan. karena itu manusia harus selalu menambah pengetahuan, memperkaya diri dengan syukur dan kebijaksanaan hati. tidak boleh hanya puas dengan keadaan diri.
ada tiga jenis manusia
1. Manusia Tahu Diri
manusia jenis ini selalu mencari makna disetiap kejadian dalam hidupnya, tidak puas dengan pengetahuan yang dimilikinya. instropeksi diri, memahami kelemahan dan keunggulan pribadinya, siap meminta maaf jika melakukan kesalahan.

2. Manusia Yang Sok Tahu
Manusia ini tahu tentang banyak hal, tetapi tidak tahu tentang dirinya. Merasa selalu benar dan paling pintar. tetapi manusia ini tetap mau belajar

3. Manusia Tak Tahu Malu
Manusia ini golongan manusia yang telah dibutakan matanya oleh kepentingan dan nafsunya. Mungkin dia pintar, banyak tahu. atau mungkin juga bodoh tapi berlagak pintar. Manusia jenis ini tak pernah mau belajar dari apa yang terjadi dalam hidupnya, mereka tahu yang benar, tetapi tidak mau melakukannya. sering mereka berkamuflase dengan kealiman, kesalehan untuk menutupi kelakuannya yang tak tahu malu. Manusia jenis ini tak pernah mau meminta maaf atas kesalahan yang dia perbuat atau mengakui kesalahannya. Manusia ini berkeliaran disekeliling kita dengan nafsunya yang merusak. Korupsi, berbohong, memutar balik fakta itulah sifat utamanya.

berbahagialah bila kita tergolong manusia yang tahu diri, sebab kita akan selalu mendapatkan kebahagiaan.
berbahagialah bila kita termasuk orang yang sok tahu, karena kita berpotensi menjadi orang yang tahu diri.
celakalah bila kita telah berubah menjadi manusia yang tidak tahu malu, sebab tak akan ada jalan untuk kembali memurnikan diri.