Dikisahkan seekor burung gagak yang bermimpi untuk menjadi seekor burung merpati. Dia ingin memwujudkan mimpi itu. Mulailah dia belajar untuk menjadi merpati. Dia meninggalkan kebiasaannya sebagai burung gagak. Dia tidak lagi makan bangkai, melainkan makan biji-bijian. Dia tidak lagi berjalan dengan meloncat-loncat, melainkan mulain berjalan dengan melangkah satu-satu. Dia bisa !
Setelah merasa yakin bahwa dia telah berubah menjadi merpati, mulailah dia mendekati kawanan burung merpati. Dengan tatapan penuh curiga para merpati menyambut si burung gagak. Bagi mereka burung gagak ini berprilaku sangat aneh. Dia makan biji-bijian, berjalan seperti mereka dengan langkah anggun meliak-liuk. Tetapi yang membuat aneh adalah, fisik burung gagak itu. Dia tetap berwarna hitam. Paruhnya tetap runcing dan suaranya tetap seperti gagak.
“ jenis apakah kamu ? “ Tanya salah seorang merpati. “ Aku merpati seperti kamu” jawab gagak. “ ah tidak makananmu sama dengan kami, cara berjalanmu sama dengan kami. Tetapi paruh dan warna bulumu seperti gagak. Jadi mustahil kamu sama seperti kami “ jawab merpati itu. Si gagak sedih mendengar penjelasan merpati itu. Dia terbang dengan kesedihannya meninggalkan kawanan merpati untuk kembali ke kawanannya.
Seringkali dalam hidup ini kita berusaha untuk menjadi orang lain. Dengan segala upaya kita merubah diri kita supaya menyerupai orang lain. Dengan segala usaha kita merubah diri kita demi sebuah citra diri yang kita inginkan. Alangkah melelahkan usaha ini. Seperti gagak. Kita akan mengalami kejenuhan dan kegagalan bila kita selalu berusaha untuk menjadi orang lain. Kita akan gagal bila melakukan itu. Untuk berhasil dalam hidup, kita tidak harus merubah diri kita menjadi orang lain. Berhasil dengan menjadi diri sendiri tentulah tidak melelahkan.
Bila kita telah berhasil, sebaiknya kita tidak membatasi orang lain untuk tumbuh dan berhasil bersama kita. Seperti merpati yang memandang aneh gagak yang berusaha untuk berubah menjadi seperti dia. Keberhasilan orang lain akan menunjang keberhasilan kita.
Senin, 28 Maret 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar